PUTRAINDONEWS.COM

SERANG – BANTEN | Apindo Se-Provinsi Banten akan lakukan konsolidasi serta Press Conference terkait dinamika dunia usaha dan industri di Provinsi Banten, pasalnya Apindo merasa belum ada upaya yang kongkrit dan keberpihakan dari pemerintah kabupaten/kota terhadap dunia usaha dan industri saat ini yang dirasa semakin berat untuk dijalankan.

Dalam pertemuan yang direncakan pada hari jumat 08/11/2019 siang di kota tangerang selatan tersebut akan menghadirkan Dewan Pengupahan unsur pengusaha se-provinsi banten, ujar edy mursalim ketua apindo provinsi banten kepada awak media, kamis 06/11/2019 di banten.

UMK yang menjulang tinggi ditambah sektoral menjadi derita yang lengkap bagi dunia usaha dan industri banten, ketua apindo banten berharap dengan konsolidasi yang akan digelar jumat siang 08/11/2019 besok mendapatkan pandangan serta upaya-upaya yang kiranya juga dapat disampaikan dan didiskusikan dengan pemerintah kabupaten/kota se-banten.

Untuk apa upah ditetapkan tinggi-tinggi tapi kalau ternyata dilapangan banyak yang bukan anggota Apindo masih membayar upah dibawah UMK apalagi Upah Minimum Sektoral yang salah kaprah, seharusnya upah sektor unggulan saja, bukan semua dibuat sektor seperti sekarang. Tegas ketua apindo banten !!!

Selain itu apindo banten juga menyoroti prihal lambatnya upaya pemerintah kota tangerang selatan dalam melakukan kebijakan sektoral yang didua kota tetangganya sudah ada perubahan serta trobosan-trobosan yang lebih baik lagi.

Hal tersebut mendapat tanggapan dari yakub ismail pengurus apindo yang mengatakan bahwa benar di tangsel masih minim trobosan dan upaya-upaya terkait sektoral karena kajian sektoral yang komperhensif sejak dulu belum pernah dilakukan akhirnya semua jadi jalan ditempat, klimaksnya adalah UMK tembus angka 4 yang akan diprosentase oleh sektoral. Kiranya kami semua meminta agar pemerintah kabupaten/ kota memberikan perhatian yang cukup pada dunia usaha dan industri di wilayahnya terutama kota tangerang selatan yang yang agak tertingal kebijakannya. Pungkas yakub.

( PMT )