PUTRAINDONEWS.COM

JAKARTA | Sebagaimana disampaikan oleh Ketua Umum Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI -red) Hariyadi Sukamdani yang rilis detikfinance Jumat, 06 Des 2019 17:17 WIB “Pengusaha Sebut Ari Askhara Ciptakan Kartel Tiket Pesawat”, kontan hal tersebut membuat ketua umum Assoaiasi Sales Travel Indonesia (ASATI), M. Syukri Machmud menjadi berang.

Betapa tidak sebagai assosiasi yang beranggotakan owner BPW Nasional yang juga merupakan konsorsium terbesar selama 2019 merasa sangat dirugikan, karena upaya yang dilakukan anggota Asati dalam promosi produk wisata Nusantara menjadi tersandung batu besar, banyak order sudah disepakati batal hanya gegara harga tiket yang tidak masuk akal bahkan banyak pelanggan yang melakukan penerbangan domestik menggunakan paspor.

Lebih menyebalkannya lagi langganan wisman dari Australia yang biasa dengan group ke Bali dan Jogja mentertawakan paket tour yang ditawarkan karena harga tiket Syd-Dps hampir sama dengan Dps -Jog. hal tersebut diungkap M. Syukri saat ditemui awak media ketika tengah menjadi salah satu nara sumber dalam giat JAMBORE KOPI ” jamuan ngombe kopi rame-rame”, 7-8 Desember 2019 di Banyuwangi.

Ketua Umum ASATI M. Syukri juga mengapresiasi langkah cepat Menteri BUMN Eric Thohir, dan kiranya hal tersebut dapat menjadi perbaikan yang fundamental pada BUMN dibidang pelayanan jasa transportasi udara itu. M. Syukri juga mengatakan bahwasanya perbaikan tersebut dapat menjadi momentum besar bagi Industri Pariwisata Nasional yang akan berdampak kepada industri turunan lainnya sebagai penunjang serta masyarakat luas.

“ASATI yang merupakan pemain inbound dan domestic tour punya dua musuh utama dalam bisnisnya, pertama negara tetangga dan kedua tiket domestic”. Pungkas chairman Asati, M. Syukri Machmud.

@yfi