ASTRABI GELAR FESTIVAL ”Maen Pukul Betawi Merah Putih 2020″

PUTRAINDONEWS.COM

JAKARTA | Bertempat di Padepokan Pencak Silat, TMII, Jakarta, Minggu (13/09/20), Astrabi (Asosiasi Pencak Silat Tradisi Betawi Indonesia) mengadakan acara Penjurian Babak Kualifikasi Festival Pencak Silat Virtual Astrabi.

Dengan tema, “Maen Pukulan Betawi Merah Putih 2020″, memperebutkan Piala dan uang Pembinaan. Untuk Juara Umum   memperebutkan Piala Bapak H Eddi Mardjoeki Nalapraya dan untuk pemenang penampilan Favorit piala Imam Besar FBR KH. Lutfi Hakim, MA.

Hadir dalam acara tersebut, Iwan Henry Wardhana, SE, M.Sc Kepala Dimas Kebudayaan Provinsi DKI Jakarta, Gautama Wakil Ketua Pengurus Besar Ikatan Pencak Silat Indonesia (PB IPSI), Imam Besar FBR KH. Lutfi Hakim, MA., dan para tokoh.

Dalam sambutannya, Anwar Al Batawi Ketua Umum Astrabi (Asosiasi Pencak Silat Tradisi Betawi Indonesia) menyampaikan, terimakasih dan rasa bangganya dengan kehadiran para tokoh dan tamu undangan yang sudah meluangkan waktunya ditengah pandemi covid-19 saat ini.

” Hari ini, ditempat ini, dengan menjalankan protokol kesehatan,  Kita (Astrabi) sampaikan rasa hormat dan bangga kami dengan melakukan penyematan dan penyerahan seragam kebesaran Astrabi kepada para tokoh yang selama ini terus mendukung dan mensuport kegiatan dan pergerakan Astrabi terutama dibidang pelestarian dan pengembangan pencak silat khususnya silat betawi tradisional, “ujarnya.

Kita berharap, penyematan seragam kebesaran Astrabi, akan kita lakukan juga di saat saat final 15 besar di Setu Babakan. Besar harapan kami, oars tokoh kita dapat mengenakan seragam  kebesaran Astrabi disaat pelaksanan di Setu Babakan. amin”,ungkapnya.

Sementra itu, Iwan Henry Wardhana, SE, M.Sc Kepala Dimas Kebudayaan Provinsi DKI Jakarta sangat apresiasi dengan kegiatan yang dilaksanakan oleh Astrabi.

“Kami melihat acara lomba virtual yang  diselenggarakan oleh Astrabi dan beberapa organisasi kemasyarakat berkaitan dengan kesenian dan kebudayaan, tetap  menjalankan protokol kesehatan dengan baik. “katanya.

Lanjutnya lagi, saya perhatikan sejak awal datang hingga proses acara semua mengikuti protokol kesehatan dengan tertib, dan juga membatasi jumlah orang yang hadir untuk mengikuti acara secara life ini.

“Tentunya, pembatasan secara ketat ini memberikan contoh kepada perkumpulan atau kegiatan lain yang hampir sama terutama dibidang kesenian dan kebudayaan dengan mencoba membatasi diri dalam pelaksanaan kegiatan terutama dimasa pandemi covid-19 ini.”ujarnya.

Baik secara pribadi maupun institusi, saya mengucapkan terimakasih dengan apa yang diselenggarakan oleh Astrabi ini.  “Kita berharap kegiatan berkesenian dan berkebudayaan akan tetap terus tumbuh, terus bergerak walaupun dalam situasi pandemi covid-19 seperti ini.”harapnya.

“Namanya seniman, namanya pegiat seni dan budaya, tidak akan pernah bisa berhenti hanya karena situasi pandemi covid. Seperti acara ini, semua batasan-batasan terkait protokol kesehatan tetap dijalankan. Ini yang harus diapresiasi karena  sudah dilaksanakan dengan baik”katanya.

Sedangkan Gautama Wakil Ketua Pengurus Besar Ikatan Pencak Silat Indonesia (PB IPSI) dan juga Ketua Umum Persaudaraan Setia Hati Terate menyampaikan dukungannya dengan penyelenggaraan kegiatan yang didakan oleh Astrabi.

“Ini suatu even yang positif, kita harus suport dan dukung acara ini, karena dalam situasi pandemi virus corona ini, Astrabi dengan komitmennya untuk pengembangan persilatan khususnya silat tradisional Betawi konsisten menyelenggarakan kegiatan yang positif, dan tetap mengkedepankan protokol kesehatan,”ujarnya.

Ditambahkannya, tanpa adanya aktivitas daripada teman – teman untuk berolahraga disiplin diri sendiri untuk sehat, itu membuat suatu hal yang membuat penyakit corona ini makin bertambah. Dengan adanya even- even seperti mereka berolahraga, khususnya pencak silat tentunya untuk mempunyai daya tahan tubuh yang lebih kuat daripada orang yang tidak berolahraga.

“Semangat  yang ada menjadi semangat positif, semuanya serba positif. “katanya.

Saya berharap, harus banyak even-even seperti ini dibuat oleh pendekar – pendekar atau organisasi – organisasi yang ada di Indonesia khususnya.
Adanya disiplin diri sendiri daripada pesilat-pesilat ini mereka bisa berlatih dengan semangat. Mari kita berolahraga di rumah untuk sehat jasmani dan rohani.”ujarnya.

Ditanya terkait pencak silat “Maen Pukulan Betawi” yang diadakan Astrabi, dijelaskan Wakil Ketua PB IPSI bahwa pukulan betawi adalah ciri khas masyarakat Betawi.

Kami (IPSI) adalah mewadahi seluruh seni – seni tradisional yang ada di Indonesia, bukan hanya Betawi aja tetapi dari seluruh Indonesia. Dengan adanya kegiatan ini, kita suport karena ini kegiatan positif disamping olahraga.

Oleh karena itu, olahraga harus berimbang dengan seninya. Terlebih, pencak silat sudah terdaftar di Unisco sebagai pencak silat menjadi warisan tak berbenda. Ini harus kita budayakan dan harus kita lestarikan.”pungkasnya. Red/Ben/Lingga