PUTRAINDONEWS.COM
JAKARTA | Wabah pandemi COVID-19 secara tidak langsung berdampak kepada para pekerja di Indonesia. Data Kementerian Ketenagakerjaan menunjukkan ada lebih dari 1,7 pekerja yang dirumahkan dan terkena PHK, baik dari sektor formal maupun informal.
Kondisi tersebut kemudian mengundang keprihatinan sekaligus kepedulian dari Diaspora untuk menggalang dana melalui program ‘One Family to One Family Diaspora Peduli', yang kemudian akan didonasikan kepada para pekerja yang terdampak COVID-19.
Baca JugaHeboh! Warna Air Kolam Gunung Sindur Tiba-Tiba Berubah Jadi MerahMenteri Ketenagakerjaan RI, Ida Fauziyah menyampaikan ungkapan bangganya atas upaya Diaspora yang telah membantu para pekerja meski sebenarnya juga turut merasakan dampak dari pandemi ini.
“Sungguh saya sangat bangga dan terharu, karena sesungguhnya para Diaspora juga ikut terpapar dampak pandemi ini, namun mereka menunjukkan rasa kepeduliannya dan kecintaannya kepada negeri ini. Para diaspora akan membantu para pekerja korban PHK atau yang dirumahkan melalui program One Family to One Family,†kata Ida di Jakarta, Senin (18/5).
Baca JugaKapolri Dorong Polwan Kompetitif di Ajang IAWP yang Diikuti 43 NegaraMelalui program tersebut, Diaspora seluruh dunia siap membantu 50 dolar AS (Rp780ribu) kepada keluarga di tanah air yang paling membutuhkan.
Target penerima program Diaspora Peduli ini di atas 5000 orang di tanah air. Sebanyak 6-8 juta anggota diaspora di dunia komitmen mendukung pemerintah untuk menggalang dukungan di komunitas Diaspora masing-masing.
Baca JugaDukcapil Kota Blitar Rebranding Dari Pelayanan Adminduk Menjadi Garda Depan Perlindungan Sosial“Sejak gerakan diaspora dimulai pada 2012, sejak saat itu maka inilah di mana aset diaspora sangat dibutuhkan dalam menghadapi krisis di Indonesia,†kata Inisiator Gerakan Diaspora Peduli, Dino Patti Djalal.
Adapun melalui program donasi One Family to One Family, besarannya adalah 50 dolar Amerika Serikat (AS) setiap bulannya dan ditransfer langsung kepada keluarga pekerja korban PHK atau yang dirumahkan akibat pandemi Corona.
Baca JugaPresiden Prabowo Teriak Free Palestine di Resepsi Pondok Gontor“Semua langsung masuk ke rekening penerima,†jelas Dino.
Dalam penerapannya, Kemnaker menggandeng Bank BNI untuk lalu-lintas donasi agar semua donasi tercatat secara baik dan dapat dipertanggungjawabkan.
Baca JugaWacana ‘Black September’ Kembali Ramai di PublikSelain itu, calon penerima donasi Diaspora Peduli sudah diverifikasi Kemnaker RI berdasarkan data dari berbagai perusahaan di Indonesia.
Tata-cara donasi dan profil calon penerima tersedia melalui infografis yang dapat dilihat melalui mobile apps Diaspora Peduli dan melalui website di www.diasporapeduli.id.
Baca JugaPemilik UMKM Mengaku Dipalak Sejuta per Hari di JogjaMelalui situs tersebut, masyarakat diaspora dapat melihat langsung profil calon penerima donasi dan bebas memilih kepada siapa donasi akan diberikan.
“Keluarga diaspora dapat melihat langsung dan memilih langsung keluarga yang akan dibantunya, yang terkena PHK,†jelas Dino.
Baca JugaPrabowo Terpukau dengan Lebah Begantong di HUT PANSemua distribusi donasi dilakukan secara transparan, dan donator langsung transfer kepada calon penerima. Mereka dapat berkomunikasi one on one, sehingga dimungkinkan terjadi transfer ilmu, pengalaman, pelatihan, dan harapan.
Lebih lanjut, masyarakat diaspora dari kalangan artis, pengusaha, pegawai, penyanyi dan usahawan dari seluruh dunia akan berpartisipasi dan sangat menekankan akuntabilitas. Dalam waktu dekat seluruh kegiatan Dispora Peduli akan dilaporkan kepada Presiden RI Joko Widodo. Red/Ben
Baca JugaJejak Nihil Rombongan Jurnalis di Selat Sunda, Waketum IMO-Indonesia Soroti Kinerja Andra Soni hingga Pigai