Putraindonews.com, Blitar - Mungkin hanya sebuah goresan pensil bentuknya sangat sederhana, namun coretan itu sangat mewakili lahirnya sebuah ungkapan suka cita yang mendalam apalagi dimana suatu massa kawan pernah bersama dalam satu naungan menititi karier ber tahun - tahun.
Hari Senin tanggal 31 Agustus 2026, tercatat sebagai ahir kebersamaan berdinas, dan karunia kebahagiaan tersendiri buat H Benny Setyohadi, SH.,MH karena tuntas sudah perjalanan karirnya menduduki jabatan terakhir sebagai Kepala Bagian Hukum Sekretariat Daerah Kabupaten Blitar.
Baca JugaPesawat Asian One Air Alami Kecelakaan di Bandara Bilorai Intan JayaKini pengabdiannya telah usai, guratan pengabdian sebagai abdi negarapun berahir dan akan tinggal kenangan yang akan membekas di hati sanubari.
Namun disela-sela acara seremonial pelepasan purna bhakti Kabag Hukum, ada sosok yang tersembunyi selama ini, yaitu mantan Kabid Penegakan Hukum Daerah pada Satpol-PP dan Damkar dia adalah sosok Repelita Nugroho, SH.,MH yang akrab dengan panggilan mas Etak.
Baca JugaSejumlah Pelari Nekat Terobos Pagar Cut-Off PointSiapa sangka Etak yang bergelar sebagai Sarjana Hukum ini ternyata memiliki talenta, Dia punya bakat terpendam, lukisan pensil wajah seperti sang maha karya ini melukis H.Benny Setyohadi, SH.,MH yang digores secara sederhana dibingkai dengan warna coklat keemasan semakin memancarkan nilai seni tersendiri.
Pada sesi bincang santai dengan awak media kali ini Etak yang besar dari kalangan keluarga prajurit Sapta Marga dari mendiang Sang Ayah Toegiman (Alm), melukis bukan satu satunya bakat yang dimiliki, termasuk hobby olah vokal, dan menulis indah, tapi juga seorang pelukis.
Baca JugaJelang Jakarta Running Festival dan Konser Ye, Pemprov DKI Gelar Modifikasi CuacaHanya bermodalkan sebuah pensil 8B dan selembar kertas putih, telah tersusun rapi goresan demi goresan menjadi lukisan wajah H.Benny Setyohadi, SH.,MH. Waoooow,…keren. Ditunggu karyamu selanjutnya, siapakah gerangan yang akan dilukis berikutnya.
Entah telah banyak rekan sejawat maupun kalangan pejabat kususnya di Pemerintahan Kabupaten Blitar pasti ada terpampang lukisan goresan pena yang fenomenal di sisi ruangan maha karya seorang kawan nan penuh kenangan.
Baca JugaInternet Global di Ambang KrisisKepiawaian seperti Mas Etak sangat jarang kita jumpai, dimana sebuah karya seni lukis atau gambar menggunakan media pensil menonjolkan kekuatan pada detail garis, gradasi monokromatik, dan tekstur yang tajam.
Karakteristik Seni Lukis/Gambar Pensil Media Monokrom: Mengandalkan variasi nilai gelap-terang (value) dari abu-abu terang hingga hitam pekat tanpa warna lain.
Baca JugaRupiah Tergerus, Dolar Singapura hingga Ringgit Makin Malaysia PerkasaTekstur dan Arsiran: Memanfaatkan teknik hatching (garis sejajar), cross-hatching (silang), hingga smudging (penghalusan/blending) untuk menciptakan efek volume dan kedalaman.
Jenis Pensil: Menggunakan pensil jenis B (lunak dan hitam, seperti 2B, 4B, hingga 8B) untuk area gelap, serta jenis H (keras dan tipis, seperti 2H atau HB) untuk sketsa awal dan detail halus.
Baca JugaGeliat Literasi Malam di MIs Ibnu Syabil Weer OhoikerKelebihan Kontrol Tinggi: Seniman memiliki kendali penuh atas ketebalan garis dan tekanan tangan.
Detail Realistis: Sangat ideal untuk karya aliran realisme atau hiperrealisme, seperti lukisan potret wajah.
Baca JugaSekum MUI Tangsel KH Rojak Ajak Santri Banten Jaga Marwah dan Perkuat PengabdianPraktis dan Ekonomis: Tidak membutuhkan banyak alat tambahan selain pensil, penghapus, dan kertas khusus.
KekuranganTerbatasnya Warna: Tidak memiliki dimensi warna warni kecuali menggunakan pensil warna khusus.Risiko Noda: Serbuk grafit mudah pudar atau mengotori kertas jika tidak diberi cairan pengaman (fixative).
Baca JugaZulhas Sebut 2 Tahun Prabowo-Gibran Mampu Wujudkan Swasembada PanganRed/Rif.