Putraindonews.com, NTT - Bupati Sumba Barat, Yohanis Dade , bertemu langsung dengan Menteri Pekerjaan Umum (PU), Dody Hanggodo., untuk menyampaikan usulan pembangunan infrastruktur prioritas di daerahnya. Pertemuan tersebut diikuti audiensi dengan Direktur Jenderal (Dirjen) Cipta Karya, menghasilkan komitmen kuat dari kementerian untuk mendukung program sanitasi dan olahraga di Sumba Barat.
Dalam pertemuan dengan Menteri PU, Bupati Yohanis menyampaikan tiga usulan utama. Pertama, pembangunan Jembatan Welibo di Kecamatan Lamboya untuk meningkatkan konektivitas wilayah. Kedua, program bronjongisasi yang akan tersebar di berbagai kecamatan guna mencegah erosi dan longsor.
Baca JugaIPW: Peristiwa Polisi Tembak Polisi MeningkatKetiga, pembangunan Gedung Olahraga (GOR) Gelora Padaeweta sebagai pusat prestasi olahraga masyarakat. Menteri PU menjawab positif bahwa kementerian akan mendukung penuh usulan-usulan tersebut dari Bupati Sumba Barat.
Selanjutnya, Bupati Yohanis bersama Asisten, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Sumba Barat, serta bidang terkait, melakukan audiensi di Direktorat Sanitasi Dirjen Cipta Karya.
Baca JugaLagi! Menu MBG Kembali Menelan Korban, Kali Ini Terjadi di SMP Cisarua BogorBupati menyampaikan ucapan terima kasih atas audiensi tersebut, sekaligus harapan agar kebutuhan sanitasi terpenuhi untuk mendukung penyehatan lingkungan dan pencegahan stunting.
Bupati juga menjelaskan kesiapan dokumen penunjang Instalasi Pengolahan Limbah Tinja (IPLT) untuk Tahun 2026. Selain itu, disampaikan rencana Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) di enam kecamatan, dengan empat dokumen pendukung yang telah disiapkan: UKL-UPL, Feasibility Study (FS), dan Rencana Indikatif SPAM (Rispam). Usulan drainase lingkungan juga menjadi sorotan untuk mengatasi banjir musiman.
Baca JugaSempat Viral, Ajudan Gubernur Kaltim Minta MaafKepala SubDirektoral Wilayah II pada Direktorat Sanitasi memberikan panduan teknis yang jelas. Ia menyarankan pemda hanya menyiapkan UKL-UPL terlebih dahulu, kecuali proyek berkapasitas di atas 10.000 pd yang memerlukan FS. Dokumen Rispam hanya diperlukan jika anggaran besar, dan disarankan diajukan melalui APBN. Beliau meminta surat resmi ke Menteri PU c.q. Dirjen Cipta Karya, serta mengundang balai wilayah dan tim sanitasi untuk pendampingan via zoom.
“Persiapan di 2026 berarti realisasi APBN 2027. Usulkan IPLT didanai pusat, sekaligus Sanimas untuk masyarakat berpenghasilan rendah dan TPS3R dengan Resource Center (RC) yang siap.
Baca JugaProf. Asep Nana Mulyana Ungkap Dua Kendala Pemulihan Korban Tindak Pidana MassalPemda harus siapkan surat kesiapan menerima aset, sertifikat hak pakai lahan, serta kesesuaian RC dengan RT/RW dan tata kelola,” tegas Dirjen.
Usulan yang bisa segera diajukan meliputi IPLT, Sanimas, dan TPS3R.
Baca JugaKMP Batumandi Dikabarkan TerbakarPertemuan ini menjadi langkah strategis Pemerintah Kabupaten Sumba Barat dalam mempercepat pembangunan infrastruktur sanitasi dan olahraga, demi kesejahteraan masyarakat. Red/Nov