Putraindonews.com, Jakarta – Kondisi udara di Palangka Raya, Kalimantan Tengah sedang memburuk pada Sabtu, 3 Oktober 2026.
Kondisi tersebut lantaran diselimuti kabut asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang sampai sekarang masih belum berakhir.
Baca JugaGebrakan Kapolri Baru, 88 Pati Langsung DimutasiMenurut data, per 3 Oktober 2026, konsentrasi PM2.5 di Palangka Raya dilaporkan mencapai 243,2 µg/m³ berdasarkan data IQAir.
Sementara itu, perkembangan terkini kebakaran hutan dan lahan masih ditangani di sejumlah wilayah Kalimantan Tengah.
Baca JugaFerry Irwandi Bagikan Momen Dirinya Dibuntuti Mobil MisteriusBNPB masih memasukkan Kalimantan Tengah sebagai salah satu dari enam provinsi prioritas penanganan karhutla.
Pemadaman dilakukan melalui operasi darat dan udara, termasuk water bombing dan Operasi Modifikasi Cuaca. Red/HS
Baca JugaTerus Kena Palak, Pedagang Sate Padang di Pondok Aren Pilih Pindah Tempat