Putraindonews, Jakarta - Di tengah tuntutan zaman yang mengharuskan setiap perusahaan untuk tidak hanya mengejar profit, tetapi juga memikirkan dampak sosial dan lingkungan, konsep keberlanjutan (sustainability) kini menjadi keharusan, termasuk di industri konstruksi. Mengakomodasi tren global tersebut, ASPERKONI menyelenggarakan Webinar Seri 7 yang membahas secara khusus "Penyelenggaraan Pengembangan Usaha Berkelanjutan (PBU) Oleh Asosiasi Badan Usaha". Agenda strategis ini akan dilaksanakan pada Kamis, 17 Juli 2025.
Pengembangan Usaha Berkelanjutan (PBU) dalam konteks jasa konstruksi merujuk pada serangkaian upaya sistematis untuk meningkatkan kapasitas, kualitas, dan daya saing badan usaha konstruksi, agar mampu beroperasi secara ramah lingkungan, bertanggung jawab secara sosial, dan sehat secara finansial dalam jangka panjang. Webinar ini akan menitikberatkan pada peran sentral asosiasi seperti ASPERKONI dalam memfasilitasi, membina, dan memonitor pelaksanaan program-program PBU bagi para anggotanya, sesuai dengan amanat regulasi yang berlaku.
Baca JugaGeliat Literasi Malam di MIs Ibnu Syabil Weer OhoikerIr. Sarjono Puro, M.T., sebagai pembicara utama, akan memaparkan berbagai elemen kunci dalam PBU. Salah satu aspek yang ditekankan adalah implementasi manajemen anti-penyuapan (SMAP) dan tata kelola perusahaan yang baik (Good Corporate Governance/GCG) di tubuh badan usaha konstruksi. Praktik bisnis yang bersih dan transparan dinilai sebagai fondasi utama bagi keberlanjutan usaha. Selain itu, materi juga akan mencakup pentingnya adopsi teknologi ramah lingkungan, efisiensi energi dalam proyek konstruksi, serta pengelolaan limbah konstruksi.
Lebih lanjut, webinar ini juga akan membahas mekanisme pemantauan dan evaluasi terhadap pelaksanaan PBU. Para pengusaha konstruksi harus menyadari bahwa kegiatan usahanya kini tidak hanya dinilai dari seberapa banyak proyek yang diselesaikan, tetapi juga dari seberapa besar kontribusi mereka terhadap pengembangan kapasitas kelembagaan, inovasi teknologi, pembinaan UMKM di sektor konstruksi, serta penerapan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3).
Baca JugaSekum MUI Tangsel KH Rojak Ajak Santri Banten Jaga Marwah dan Perkuat PengabdianASPERKONI mengajak seluruh anggotanya untuk menjadikan Webinar Seri 7 ini sebagai momentum untuk melakukan refleksi dan transformasi bisnis. Di era transisi menuju ekonomi hijau (green economy), perusahaan konstruksi yang gagal mengadopsi prinsip-prinsip keberlanjutan dipastikan akan tertinggal dan kehilangan relevansinya di pasar. Red/HS