Putraindo News Terdepan, Terpercaya Dan Berimbang

Gelar Buka Bersama, DPP IMO-Indonesia Tetap Patuhi Protokol Kesehatan

S Samsuddin 01 May 2021 0 komentar
Gelar Buka Bersama, DPP IMO-Indonesia Tetap Patuhi Protokol Kesehatan

PUTRAINDONEWS.COM

JAKARTA | Bertempat di Neo Hotel melawai Jakarta Selatan, Dewan Pimpinan Pusat (DPP) IMO-Indonesia menggelar buka puasa bersama yang dihadiri oleh Dewan Pengawas Tjandra Setiadji, Dewan Pembina Yuspan Zalukhu, Helex Wirawan, Sekjen M. Nasir Bin Umar dan Ketua DPW DKI Muliansyah beserta jajarannya, pada Sabtu 01/05.

"Giat yang berlangsung dari pukul 17.00 sampai dengan 21.00 wib tersebut digelar dengan tetap memperhatikan Protokol Kesehatan (Prokes) COVID-19 dan menjalankan 3M". Adapun, agenda buka puasa tersebut juga menjadi ajang silaturahmi yang sedianya juga dihadiri oleh beberapa DPW yang telah mengkonfirmasi.

Baca JugaKru Kapal Pengangkut Lima Jurnalis yang Hilang Ditemukan, IMO-Indonesia Dorong Pencarian Diperpanjang

Ketua umum IMO-Indonesia Yakub Ismail dalam kesempatan itu mengatakan, sejak munculnya wabah pandemi COVID-19 awal tahun 2020, DPP IMO-Indonesia memang belum mengadakan kegiatan secara langsung.

"Hanya saja, ada beberapa kegiatan yang dikolaborasi dengan pengurus DPW secara virtual serta pertemuan-pertemuan terbatas di kalangan pengurus," ujar Yakub, Sabtu 01/05.

Baca JugaWaspada! Jakarta Bakal Macet Parah, 50 Ribu Buruh Siap Demo 24 September

"Namun saat ini tentunya semua masyarakat telah mengerti dan patuh terhadap aturan-aturan dimasa pandemi, apalagi masyarakat pers yang kesehariannya update perihal kondisi tersebut," paparnya.

Yakub berharap, dengan adanya silaturahmi ini terbuka ruang komunikasi untuk mendiskusikan berbagai kegiatan organisasi yang diharapkan selaras dengan situasi pandemi.

Baca JugaKebakaran di Kebayoran Lama, Kerugian Ditaksir Capai Rp1,2 Miliar

Di samping itu, Yakub juga mengatakan ke depan IMO-Indonesia akan melakukan sejumlah kegiatan berkaitan dengan edukasi publik melalui peran pers.

"Kita ini ingin memberikan kontribusi lebih kepada negara tercinta ini. Diakui atau tidak, mayoritas masyarakat kita memang dilanda masalah serius dalam konteks literasi (digital). Nah, kita ingin mengisi kekosongan itu melalui kegiatan pers yang bisa meningkatkan budaya literasi masyarakat," timpal Yakub.

Baca JugaPeringatan HUT ke-81 TNI Batal Digelar di Monas, Dipindahkan ke Cilangkap

Yakub percaya, lewat kerja-kerja pers yang produktif dan kreatif, mayoritas masyarakat yang hingga kini masih belum keluar dari isolasi informasi perlahan akan teratasi.

Ia juga menambahkan, hanya melalui peran pers yang sungguh-sungguh mencerdaskan publik, negara ini akan terhindar dari konsumsi hoax dan disinformasi di era disrupsi digital ini.

Baca JugaGus Lilur Sebut Nusron Menangis Sambil Minta Bantuan Perlindungan

"Percaya tidak percaya, saat ini kita tengah memasuki era post-truth, dimana informasi berkembang demikian cepat dan sulit terdeteksi kadar keabasahannya. Jelas ini menjadi tantangan besar kita bersama. Untuk itu, peran pers harus difokuskan untuk menjawab tantangan itu," pungkasnya. Red/Ben

Bagikan berita:

Berita Terkait