Putraindonews.com, Jakarta – Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Indonesia terus menunjukkan komitmen yang kuat dalam mendorong upaya kemajuan bangsa.
KADIN menilai keberhasilan agenda reindustrialisasi nasional begitu bergantung pada kesiapan sumber daya manusia (SDM) teknik dan profesi yang tidak hanya kompeten dan tersertifikasi, tapi juga selaras dengan kebutuhan industri masa depan.
Baca JugaKetum APINDO: UMKM Perlu Perkuat Inovasi dan Kapasitas KepemimpinanKomitmen itu ditunjukkan melalui serangkaian kegiatan, salah satunya melalui forum Strategic Human Capital Dialogue bertajuk “Pemetaan SDM Teknik dan Profesi untuk Reindustrialisasi Indonesia” yang digelar di Jakarta pada Selasa (24/6).
Dalam forum tersebut, sejumlah stakeholders dipertemukan mulai dari dunia usaha, organisasi profesi, lembaga sertifikasi, akademisi, dan pemerintah dalam rangka membahas strategi penguatan SDM dalam upaya mendukung target pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 8 persen pada tahun 2029 serta visi Indonesia Emas 2045.
Baca JugaPHDI Pusat Gelar Upacara Mejaya-jaya dan Mesimakrama di Pura BesakihDalam berbagai paparan yang disampaikan masing-masing stakeholder, Indonesia dinilai mempunyai peluang yang cukup besar untuk segera mempercepat langkah reindustrialisasi.
Peluang terbuka itu dapat diwujudkan lewat pengembangan sektor-sektor prioritas seperti hilirisasi mineral, industri manufaktur, ekonomi hijau, kontruksi, semikonduktor, baterai, kendaraan listrik, kesehatan, serta ekonomi digital berbasis artificial intelligence.
Baca JugaPesawat Asian One Air Alami Kecelakaan di Bandara Bilorai Intan JayaNamun demikian, potensi tersebut tidak bisa terwujud begitu saja, keuali didukung oleh tenaga profesional yang mempunyai kompetensi tinggi (high skill) sesuai kebutuhan industri dan tersebar secara merata di seluruh wilayah Indonesia.
Pertemuan penting juga diikuti oleh sejumlah peserta dari organisasi profesi, salah satunya dari Asosiasi Tenaga Ahli dan Terampil Konstruksi Indonesia (ASTAKONI).
Baca JugaSejumlah Pelari Nekat Terobos Pagar Cut-Off PointKetua Umum Astakoni, Yakub F. Ismail didampingi Haris Samsuddin yang hadir langsung dalam pertemuan tersebut mengaku optimistis menatap Indonesia maju.
"Namun, tentu ada sejumlah tantangan yang harus dilalui, seperti ketimpangan distribusi SDM profesional antarwilayah yang kita ketahui masih menjadi PR besar saat ini, kemudian adanya kesenjangan kompetensi, rendahnya produktivitas tenaga kerja dalam negeri dibandingkan rata-rata negara ASEAN, serta yang tidak kalah penting yaitu belum terintegrasinya data tenaga kerja nasional," kata Yakub seusai kegiatan tersebut, Selasa (24/6).
Baca JugaJelang Jakarta Running Festival dan Konser Ye, Pemprov DKI Gelar Modifikasi CuacaYakub berharap, pemerintah terus konsisten mendukung agenda sertifikasi kompetensi yang sedang brjalan demi menjadi instrumen yang benar-benar mencerminkan kemampuan kerja dan dipercaya oleh dunia industri baik dalam negeri maupun luar negeri.
"Melalui hal itu, harapan besar kita semoga terwujud ekosistem pengembangan SDM yang lebih terarah, adaptif, dan berdaya saing tinggi baik di kancah ASEAN maupun global untuk merealisasikan transformasi industri nasional sekaligus percepatan pertumbuhan ekonomi Indonesia secara berkelanjutan," pungkasnya. Red/HS
Baca JugaInternet Global di Ambang Krisis