Putraindomews.com, Jakarta – Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana mengklarifikasi terkait dana Rp1,2 triliun untuk pengadaan infrastruktur teknologi pada Rabu (22/4/2026) di Jakarta.
Menurutnya, kebijakan itu diambil sebagai langkah untuk mendukung operasional Sistem Informasi Pemenuhan Gizi Nasional (SIPGN) dan layanan perangkat cerdas guna memastikan distribusi gizi tepat sasaran.
Baca JugaGeliat Literasi Malam di MIs Ibnu Syabil Weer OhoikerDikutip dari Bloombergtechnoz, dana tersebut dialokasikan untuk tahun anggaran 2025 dengan pengawasan ketat sesuai regulasi keamanan data nasional.
Realisasi dana tersebut, kata dia, terbagi menjadi dua fokus penting, yakni Rp550 miliar untuk pengembangan modul aplikasi SIPGN dan Rp199 miliar bagi penyediaan layanan managed service perangkat IoT.
Baca JugaSekum MUI Tangsel KH Rojak Ajak Santri Banten Jaga Marwah dan Perkuat PengabdianLanjutnya, terkait penunjukan PERURI sebagai mitra strategis dilakukan berdasarkan pertimbangan status lembaga tersebut sebagai GovTech Indonesia sesuai Perpres Nomor 82 Tahun 2023.
Di samping itu, PERURI juga dianggap memiliki rekam jejak yang cukup bagus sebagai satu-satunya BUMN Penyelenggara Sertifikasi Elektronik berstatus Berinduk di bawah Kementerian Komunikasi dan Digital.
Baca JugaZulhas Sebut 2 Tahun Prabowo-Gibran Mampu Wujudkan Swasembada Pangan"Keterlibatan Perum Peruri (PERURI) dalam program strategis ini adalah langkah terintegrasi negara. Perlu ditegaskan bahwa PERURI telah bertransformasi menjadi perusahaan teknologi high security. Hal ini sesuai dengan mandat Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 6 Tahun 2019 yang memberikan wewenang kepada PERURI sebagai penyedia solusi digital sekuriti bagi instansi pemerintah," kata Dadan Hindayana. Red/HS