Putraindonews.com, Jakarta – Sejumlah massa aksi yang terdiri dari mahasiswa dan berbagi elemen masyarakat Kalimantan Tengah menemui Gubernur Kalimantan Tengah (Kalteng) dalam rangka menyuarakan apsirasinya seputar masalah kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Dalam kesempatan itu, massa meminta kepada pemerintah mengambil langkah konkret menangani bencana yang telah berlangsung selama berbulan-bulan.
Baca JugaMahasiawa UKM Seni Budaya Ihya ITBA Al Gazali Barru Gelar Workshop Lukis di Ruang Belajar Bantaran JekneberangSebanyak Sembilan tuntutan yang disampaikan massa dalam demonstrasi tersebut.
Adapun salah satu tuntutan utama yakni mendesak pemerintah menetapkan status bencana nasional dalam waktu 2 x 24 jam.
Baca JugaImbas Kabut Asap Karhutla, Empat Penerbangan di Palembang TergangguMereka menganggap dampak karhutla semakin serius karena mengancam kesehatan, mengganggu aktivitas masyarakat, hingga menimbulkan kekhawatiran terhadap keselamatan warga.
Massa juga menyoroti meningkatnya risiko gangguan kesehatan, termasuk infeksi saluran pernapasan akut (ISPA), akibat paparan kabut asap.
Baca JugaNusron Wahid Dikabarkan Sudah NgantorDi samping itu, mereka juga meminta pemerintah tidak hanya mengandalkan laporan, tetapi turun langsung melihat kondisi masyarakat yang terdampak.
Selain penetapan status bencana nasional, maereka mendesak Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah berkoordinasi dengan pemerintah pusat. Red/HS
Baca JugaPerkuat Ketahanan Pangan, DPD LIN dan DPW IMO Bengkulu Jalin Kemitraan Ekonomi UMKM di Kadin Bengkulu