JAKARTA | Masyarakat Anti Fitnah Indonesia (MAFINDO) dalam hal ini diwakili oleh Harry Sufehmi, Pendiri dan Presidium MAFINDO hadir dalam Konferensi Internasional WHO mewakili Indonesia dari organisasi kemasyarakatan, terkait manajemen wabah hoaks yang dilakukan pada tanggal 3 sampai dengan 5 Agustus 2021.
Hoaks COVID-19 sangat serius, karena bisa menyebabkan kematian. Ditambah dengan masih rendahnya literasi digital masyarakat kita, tanpa melakukan verifikasi, orang langsung menyebarkan informasi karena niatnya ingin melindungi teman atau keluarganya, padahal informasi yang salah, justru bisa membahayakan atau menimbulkan kepanikan yang tidak perlu.
Baca JugaPrihatin Soal Gaza, Presiden Prancis Sampai Gebrak Meja di Forum PBBPersebaran hoaks COVID-19 dan vaksinasinya berimplikasi serius dalam beberapa hal, seperti mengaburkan prosedur pencegahan dan pengobatan. Selain itu berbagai hoaks tersebut merusak kepercayaan publik terhadap otoritas kesehatan negara, media massa, dan para ilmuwan.
MAFINDO melalui team pemeriksa faktanya telah secara mendalam melakukan bongkar hoaks lebih dari 1110 hoaks terkait COVID-19 sejak Januari 2020 hingga saat ini. Harry Sufehmi dalam konferensi ini menerangkan bahwa MAFINDO adalah organisasi yang berbasis kerelawanan dengan 12 tim profesional dan sekitar 95 ribu lebih pengikut, serta relawan yang tersebar di lebih dari 20 kota di Indonesia.
Baca JugaTrump Tegaskan Bakal Hancurkan Iran di Forum PBB"MAFINDO juga melakukan periksa fakta dan pengembangan teknologi terkait penanganan hoaks".
MAFINDO aktif dalam melakukan edukasi terkait literasi digital dan inokulasi terkait hoaks dan vaksinasi COVID-19 yang saat ini juga menjadi perhatian khusus di Indonesia.
Baca JugaTak Gentar, Presiden Iran Bertolak ke Amerika Serikat Hadiri Forum PBBMAFINDO menyadari sepenuhnya pentingnya kecepatan dan deteksi hoaks pada masa pandemi ini.
Antara lain penanganan terkait hoaks melalui WA, Media Social Listening disertai alat dan perangkat pendukung yang bisa mendeteksi ancaman hoaks yang potensial, tidak hanya menjadi “pemadam kebakaran†atas adanya hoaks saja.
Baca JugaDiboikot Media AS, Gedung Putih Luncurkan "Trump TV"Namun yang lebih ideal adalah “memvaksinasi masyarakatâ€, yaitu dikenal dengan istilah prebunking. Sebagai contoh, kita bisa memberikan informasi yang benar terkait suatu hal, misalnya seputar COVID-19 dan vaksin.
Sehingga, ketika suatu saat hoaks terkait hal itu datang, maka tidak semuanya terjebak pada hoaks yang ada, karena mereka sudah mendapatkan informasi yang benar.
Baca JugaDunia Tegang! Serangan Ukraina Sudah Tembus Ibu Kota RusiaPada akhirnya Harry Sufehmi mengucapkan terima kasih pada semua pihak yang terlibat membantu MAFINDO dan juga saling bahu membahu pada penanganan hoaks baik di Indonesia maupun di seluruh dunia terkait hoaks di masa pandemi ini. Red/Ben