Putraindonews.com, Jakarta – Badan Gizi Nasional (BGN) kembali membuat inovasi layanan program Makan Bergizi Gratis (MBG) untuk menyesuaikan kondisi di lapangan.
Langkah terobosan itu kini mulai diambil melalui uji coba penyajian MBG dengan konsep prasmanan di kelas.
Baca JugaImbas Fasilitas Mewah, Kalapas Cibinong Dipecat dari ASNModel tersebut diterapkan untuk memastikan makanan yang telah dimasak dari dapur dibawa dalam kondisi hangat ke sekolah untuk kemudian disajikan secara prasmanan di ruang kelas.
Kepala BGN Sudaryono menyebut, sampai 5 Oktober 2026, program tersebut telah diuji coba di lebih dari 60 dapur.
Baca JugaRangkaian Aksi di Jakarta, Polisi Kerahkan 3.983 PersonelMelalui konsep baru ini, makanan yang disajikan dapat meningkatkan kualitas makanan yang diterima siswa.
Makanan diusahakan tetap dalam kondisi hangat dinilai lebih enak dan segar karena waktu tunggu atau jeda antara proses memasak dan penyajian dapat ditekan.
Baca JugaPrakarsa Warga Jakarta Timur Gelar Donor Darah dan Bagi Kacamata Baca Gratis di Aula Kecamatan Ciracas, Gandeng PMI“Harapannya kita bisa lebih luas sehingga satu, makanannya lebih enak karena hangat-hangat, yang kedua tentu saja lebih fresh karena tidak ada delay waktu,” ungkap Sudaryono dalam penyambutan Wamentan Letnan Jenderal TNI Muhammad Saleh Mustafa di kantor Kementan Jakarta Selatan, Senin (5/10/2026). Red/HS