Putraindo News Terdepan, Terpercaya Dan Berimbang

Momentum HARDIKNAS, Ketua KPK H. Firli Bahuri ; Pendidikan Mengakselerasi Budaya ANTIKORUPSI

S Samsuddin • 04 May 2022 • 0 komentar
Momentum HARDIKNAS, Ketua KPK H. Firli Bahuri ; Pendidikan Mengakselerasi Budaya ANTIKORUPSI

Putraundonews.com - Jakarta | Kemarin, atau tepatnya 2 hari lalu, sebenarnya kita merayakan Hari Pendidikan Nasional (HARDIKNAS), sebuah momen penting, salah satu hari bersejarah bagi bangsa Indonesia, dimana tiap tahunnya selalu diperingati:

Kita rayakan hardiknas, namun bukan sekedar untuk mengenang jasa pahlawan pendidikan dimasa lalu, tapi seyogianya patut kita ambil makna dan esensi dari pengorbanan besar para pahlawan bagi bangsa dan negara.

Baca JugaSatu Pohon, Puluhan Harapan: Cerita Hangat dari WMA #02

Tidak sedikit nilai-nilai kehidupan yang dapat kita gali dari tekad kuat serta kerelaan luar biasa para pahlawan pendidikan saat membabat habis benih-benih kebodohan yang ditanamkan kaum penjajah pada ladang pemikiran bangsa Indonesia kala itu.

Kita semua tentunya sependapat bahwasanya sejarah Ki Hadjar Dewantara telah memberikan banyak tauladan akan pentingnya pendidikan bagi kehidupan dan kemajuan bangsa ini.

Baca JugaDigagas Lewat Kolaborasi Lintas Lembaga dan IPSI Kota Blitar Pasar Apung Karplos Resmi Dibuka

Benar kata Tokoh sekaligus Pahlawan Pendidikan kita, Ki Hadjar Dewantara, "Tak ada hukuman yang lebih menyedihkan dari terpenjara kebodohan."

Kebodohan adalah pangkal kemiskinan yang sangat erat kaitannya dengan kemaksiatan atau kebatilan. Hanya pendidikanlah, hal-hal buruk tersebut dapat diberantas tuntas sampai ke akar-akarnya.

Baca JugaBubarkan Tawuran hingga Tewaskan Pemuda di Makassar, Lima Anggota Polisi Diperiksa

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memandang pendidikan sebagai elemen yang sangat penting untuk mengakselerasi segenap daya upaya pemberantasan korupsi di NKRI. Ujar Ketua KPK H. Firli Bahuri dalam siaran persnya yang diterima redaksi, Rabu 4/5/22 pagi.

Firli menuturkan bahwa pendidikan adalah jantung serta urat nadi dalam membangun pondasi dasar pembentukan karakter serta integritas anak-anak bangsa bangsa sehingga memiliki ruh serta kepribadian ANTIKORUPSI dalam dirinya.

Baca JugaSejumlah Aki Alat Pemantau Aktivitas Gunung Anak Krakatau Hilang

Atas dasar itulah, KPK mengedepankan pendidikan sebagai salah satu "national interest" dalam road map pemberantasan 2022 - 2045. Pada tahun 2045 akan menjadi tahun penting karena tahun tersebut Indonesia akan menjadi 5 kekuatan ekonomi dunia, dengan syarat Indonesia harus bersih dari korupsi, ungkapnya.

Rencana Strategi Pemberantasan korupsi KPK tahun 2019 - 2024 menempatkan pendidikan sebagai strategi pertama dari trisula pemberantasan korupsi di NKRI, yang menjadi salah satu hal yang fundamental disamping pencegahan dan penindakan yang merupakan core bussiness KPK.

Baca JugaKebakaran Teraji di Ruang RSUD Cibitung

Menggunakan jejaring pendidikan formal hingga non formal mulai dari Taman Kanak-Kanak hingga Peguruan Tinggi, kami telah memasukan unsur serta nilai-nilai pendidikan ANTIKORUPSI kepada anak-anak bangsa di republik ini, agar terbentuk paradigma baru dalam memandang korupsi bukanlah hal biasa, terbiasa apalagi dianggap sebagai budaya atau warisan kultur bangsa.

"Melalui strategi pendidikan kita ingin membangun buadaya dan peradaban bangsa Indonesia yaitu Budaya dan peradaban Antikorupsi", Harap Ketua KPK

Baca JugaPanglima TNI Tegas soal OPM: “Separatis Harus Ditumpas”

Unsur serta nilai-nilai ANTIKORUPSI yang ditanamkan kedalam setiap jenjang pendidikan di Indonesia, Insya Allah akan membentuk mindset dan budaya ANTIKORUPSI yang lambat laun menjadi peradaban generasi penerus bangsa di republik ini. Kita semua tentunya berharap, budaya ANTIKORUPSI secepatnya membumi di bumi pertiwi.

Tidak dapat dipungkiri, tauladan yang diberikan Ki Hadjar Dewantara beserta pahlawan pendidikan lainnya-lah, yang telah mengubah sudut pandang bangsa Indonesia untuk menyongsong masa depan dan mewujudkan cita-cita bangsa dengan pendidikan.

Baca JugaKNPI Jawa Timur Desak Pemerintah Evaluasi Perlindungan Anak di Sekolah Pasca Kasus Kekerasan di SMP Negeri 18 Malang

Jika melihat perjalanan republik ini dari masa kemasa, pendidikan jelas menjadi satu senjata yang paling ampuh yang bisa kita gunakan untuk mengubah dunia (Education is the most powerful weapon which you can use to change the world), dimana bangsa kita yang awalnya terbelakang karena kebodohan, kini menjadi bangsa superior yang cerdas dimata dunia, seiring dengan meningkatnya kualitas pendidikan rakyat Indonesia.

Kembali saya ingatkan, bahwasanya masa depan bangsa ini tidak ditentukan saat dia terlahir, namun dengan pendidikan serta semangat belajar, berjuang, bekerja keras, Insya Allah masa depan NKRI akan semakin baik.

Baca JugaPerkumpulan Jinjiang Indonesia Bahas Strategi Pajak dan Bedah Buku Mengungkap Tabir Kecurangan

Ijinkan saya Sedikit ceritakan kisah hidup saya yang berubah karena pendidikan. Sebagai bungsu dari 6 bersaudara yang berasal dari keluarga miskin di pelosok dusun Sumatera Selatan, saya sangat memahami petuah orang tua terutama ibu, tentang pentingnya pendidikan untuk mengubah keadaan khususnya kondisi ekonomi keluarga yang sangat sulit saat itu.

IklanBuku 2

Dengan segala keterbatasan ekonomi keluarga, apalagi usai ditinggal wafat ayah, saya menguatkan tekad dan diri untuk terus sekolah setinggi-tingginya agar nasib dapat berubah, seperti kata ibu.

Baca JugaKecelakaan Terjadi di Tol Jagorawi, Truk Tangki Tabrak Pembatas Jalan

Berat dan perih memang..

Di kala teman SD berangkat diantar orang tua atau saudaranya dengan sepeda, saya harus berjalan kaki "nyeker" pergi dan pulang ke sekolah sejauh 16 KM setiap hari, karena tidak memiliki sandal apalagi sepatu.

Bayar SPP sekolah saat itu juga bukan dengan uang, melainkan "barter" buah kelapa atau durian. Alhamdulillah Kepala Sekolah SD menerima kelapa atau durian atau ikan hasil tangkapan sendiri sebagai pengganti uang SPP.

Baca JugaWao! Green SM Bike Bakal Berekspansi di Jakarta

Semasa SMA, saya ikut kakak mengontrak di dekat SMA 3 Palembang, dan saya ingat betul, setiap pulang sekolah bersama kakak, kami mencari ikan di rawa untuk di tukar dengan pisang serta beras ketan.

Beras ketan dan pisang tersebut dibuat pepes ketan oleh kakak, dan saya yang menjualnya ke warung-kewarung atau "ngider" dari kampung ke kampung. Dari hasil berjualan pepes ketan, kami gunakan untuk membayar uang sekolah.

Baca JugaSatu Pohon, Puluhan Harapan: Cerita Hangat dari WMA #02

Untuk membeli peralatan dan keperluan sekolah lainnya, saya bekerja sebagai pembantu rumah tangga, tukang cuci mobil, atau menjual spidol yang saya beli di Pasar Cinde, lalu saya jual kembali dengan sedikit keuntungan di Taman Ria Palembang.

Usia tamat SMA, saya yang jelas tidak memiliki uang untuk melanjutkan jenjang pendidikan di Universitas, mendaftarkan diri ikut sekolah yang dibiayai negara yakni Akabri. 3 kali saya mendaftar, 3 kali juga gagal diterima saat itu.

Baca JugaDigagas Lewat Kolaborasi Lintas Lembaga dan IPSI Kota Blitar Pasar Apung Karplos Resmi Dibuka

Saya memutuskan untuk masuk sekolah Bintara, dan lulus menjadi anggota polisi berpangkat Sersan. Meski sudah bekerja, petuah ibu tentang pentingnya pendidikan tidak pernah saya lupakan sehingga saya putuskan untuk kembali mengikuti tes Akabri untuk yang keempat , kelima kalinya namun gagal. Barulah kesempatan yang ke-6 pada tahun 1987 saya bisa dierima sebagai Capratar ( Calon prajurit Taruna).

Alhamdulillah, tes untuk keenam kalinya ini, saya dinyatakan lulus dan mengikuti pendidikan sebagai seorang perwira polisi, perlahan namun pasti menggapai bintang, dan akhirnya kini diberikan mandat sebagaimana saat ini untuk Berkarya kepada bsngsa dan Negara, Mengabdi untuk ibu pertiwi Membebaskan dan Membersihkan NKRI dari praktik-praktik Korupsi.

Baca JugaBubarkan Tawuran hingga Tewaskan Pemuda di Makassar, Lima Anggota Polisi Diperiksa

Apa yang saya alami, adalah contoh nyata bahwasanya pendidikan menjadi begitu amat penting, mengingat pendidikan sebagai satu upaya mewujudkan tujuan negara mencerdaskan kehidupan bangsa, dimana dengan bangsa yang cerdas, maka akan membawa kesejahteraan umum bagi segenap rakyat Indonesia dari Sabang sampai Merauke, mulai Miangas hingga Pulau Rote.

Dengan semua catatan itu, marilah kita berani untuk mengatakan bahwa pendidikan adalah yang terpenting dalam mencapai cita cita Peradaban nasional sebuah bangsa dan negara yang melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh Tumpah darah Indonesia, yang memajukan kesejahteraan umum dan yang mencerdaskan kehidupan bangsa serta ikut serta di dalam perdamaian dunia yang berdasarkan kepada perdamaian abadi dan keadilan sosial.

Baca JugaSejumlah Aki Alat Pemantau Aktivitas Gunung Anak Krakatau Hilang

Selamat memperingati Hari Pendidikan Nasional, mari tanamkan selalu nilai-nilai ANTIKORUPSI dalam setiap jenjang pendidikan di republik ini, agar cita-cita merdeka dari pengaruh laten korupsi, dapat segera kita raih dan wujudkan Indonesia zero kejahatan korupsi. Red/Ben

***

Tags: #Indonesia #kpk #korupsi #ki hadjar dewantara #budaya

Bagikan berita:

Berita Terkait