Putraindonews.com, Jakarta – Situasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Indonesia kini semakin menyita perhatian masyarakat internasional.
Kabut asap yang ditimbulkan kini bahkan tidak hanya menyelimuti wilayah-wilayah di Indonesia, tapi meluas sampai ke negara tetangga.
Baca JugaAksi Protes Massal Berlangsung di Prancis, Ribuan Orang DitangkapPusat Meteorologi Khusus ASEAN atau ASEAN Specialised Meteorological Centre (ASMC) mengeluarkan pengumuman penting terkait pengaktifan status siaga Level 3 untuk kawasan ASEAN bagian selatan. Informasi tersebut tercantum di situs resmi ASMC pada Sabtu (17/10/2026).
ASMC yang berbasis di dekat Bandara Changi, Singapura, menerapkan sistem peringatan dengan empat tingkatan, mulai dari Level 0 hingga Level 3. Status tertinggi dikeluarkan ketika terdapat risiko besar terjadinya kabut asap lintas negara yang parah di kawasan tersebut.
Peringatan tersebut diterbitkan pada Jumat. Namun, status serupa sebenarnya telah dikeluarkan dua kali sepanjang tahun ini, yakni pada 26 Agustus dan 27 Maret.
Penetapan status ini mempertimbangkan sejumlah indikator, antara lain aktivitas titik panas kebakaran yang signifikan dan terus berlangsung, serta sebaran kabut asap dengan intensitas sedang hingga pekat di wilayah yang luas selama setidaknya dua hari berturut-turut. Red/HS