Putraindo News Terdepan, Terpercaya Dan Berimbang

REVITALISASI STASIUN BEKASI, Menhub Targetkan Selesai Akhir Tahun 2021

S Samsuddin 20 Apr 2021 0 komentar
REVITALISASI STASIUN BEKASI, Menhub Targetkan Selesai Akhir Tahun 2021

PUTRAINDONEWS.COM

BEKASI - JABAR | Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menargetkan revitalisasi Stasiun Bekasi yang termasuk ke dalam bagian dari proyek pembangunan rel dwi ganda atau double double track (DDT) Manggarai-Cikarang paket B akan selesai pada akhir tahun 2021. Hal itu disampaikan Menhub saat melakukan tinjauan ke Stasiun Bekasi, Minggu (18/4).

"Hari ini kita menyaksikan bahwa pemerintah secara konsisten walau di masa pandemi tetap membangun. Ditjen Perkeretaapian serta PT KAI secara konsisten melakukan pembangunan Jabodetabek untuk prasarana rel dwi ganda dan empat stasiun dengan dana lebih dari 6 triliun rupiah. Artinya, kita memberikan perhatian yang luar biasa pada masyarakat di Jabodetabek," kata Menhub.

Baca JugaKebakaran Melanda Pasar Mobil Kemayoran

Sampai dengan saat ini, progres pengembangan Stasiun Bekasi sudah mencapai 77,84%. Selain Stasiun Bekasi, Kemenhub melalui Ditjen Perkeretaapian juga tengah merevitalisasi Stasiun Manggarai, Jatinegara, dan Cikarang yang juga dapat melayani kereta api jarak jauh selain Stasiun Gambir dan Stasiun Pasar Senen.

Lebih lanjut Menhub menjelaskan, pembangunan rel dwi ganda dan revitalisasi stasiun ini dilakukan untuk mengoptimalkan perjalanan kereta jarak jauh.

Baca JugaKantor Bupati Solok Diterjang Banjir Bandang

"Apa artinya DDT? artinya jalur kereta keluar kota (jarak jauh) dan kereta dalam kota itu akan dipisahkan. Jadi akan ada 4 (empat) rel dari Manggarai hingga Cikarang.

Dengan adanya pembangunan rel dan revitalisasi 4 (empat) stasiun yaitu Jatinegara, Manggarai, Bekasi dan Cikarang, maka konsentrasi dari masyarakat bisa dilakukan dengan baik dan tidak bertumpuk di suatu tempat," ucap Menhub.

Baca JugaHeboh! Warna Air Kolam Gunung Sindur Tiba-Tiba Berubah Jadi Merah

Menhub juga mengungkapkan, dengan adanya pemisahan jalur kereta api jarak jauh dan KRL, akan membawa dampak positif bagi operasional KRL, yaitu memberikan waktu tunggu kedatangan antar kereta atau headway yang lebih baik, sehingga kapasitas kereta juga akan meningkat.

"Pemisahan jalur ini juga memberikan suatu manfaat bagi kereta komuter, yaitu jarak kedatangan antar kereta atau headway yang lebih baik. Kalau sekarang itu, headway satu kereta dengan kereta yang lain adalah 10 menit, dan khusus ke arah Bekasi kapasitasnya bisa mencapai 200.000 orang.

Baca JugaKapolri Dorong Polwan Kompetitif di Ajang IAWP yang Diikuti 43 Negara

Dengan headway yang lebih singkat menjadi 5 menit, kapasitasnya akan meningkat menjadi 400.000 orang. Sehingga memungkinkan masyarakat Bekasi dan sekitarnya untuk menggunakan KRL ini sebagai moda utama," tutur Menhub.

Dalam tinjauannya ke Stasiun Bekasi, Menhub juga melakukan pembagian masker kepada penumpang kereta

Baca JugaDukcapil Kota Blitar Rebranding Dari Pelayanan Adminduk Menjadi Garda Depan Perlindungan Sosial

Turut hadir dalam kegiatan ini, Direktur Jenderal Perkeretaapian Zulfikri, Kepala Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek Polana B. Pramesti, Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia Didiek Hartantyo, dan jajaran di lingkungan Kemenhub. Red/Ben

Bagikan berita:

Berita Terkait