Putraindonews.com, Jakarta – Sebuah ironi yang sungguh membuat publik sukar percaya terkait mentalitas para pejabat di negeri ini.
Pasalnya, praktik korupsi makin hari makin sulit dikendalikan, bahkan sampai sarana perlengkapan kebakaran hutan dan lahan pun turut dikorupsi, padahal di tengah duka nasional akibat bencana alam.
Hal itu diketahui setelah Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengungkap sejumlah pengadaan barang dan jasa untuk penanganan bencana di Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) diduga dikorupsi.
Jurubicara KPK, Budi Prasetyo, menyebut, penyidik tengah menganalisis dokumen pengadaan barang dan jasa yang disita dalam rangkaian penggeledahan di delapan lokasi di wilayah Jakarta, Tangerang Selatan, dan Bekasi.
"Ada yang bencana hidrometeorologi ya, seperti banjir, kemudian ada tanah longsor, kemudian karhutla juga gitu ya, seperti pengadaan tenda, selimut, perangkat-perangkat untuk pengungsi, kemudian alat-alat pompa air ya untuk penanggulangan banjir, kemudian perahu karet, termasuk perangkat untuk penanganan karhutla," ungkap Budi kepada media, Rabu (21/10).
Baca JugaBNN Denpasar Bongkar Dugaan Jaringan Sabu-Ekstasi, Residivis Diburu: 8,5 Gram Sabu dan 5 Butir Ekstasi DisitaIa menyebut, penyidik mendalami dugaan adanya pengaturan paket pengadaan agar dimenangkan pihak-pihak tertentu, termasuk perusahaan yang terafiliasi dengan salah satu tersangka.
"Karena ada dugaan beberapa proyek ini memang sengaja diplotting, dimenangkan untuk pihak-pihak tertentu, di antaranya ada yang perusahaannya terafiliasi dengan salah satu tersangka, yaitu BMS. Beberapa perusahaan, komisaris utamanya ataupun direkturnya adalah istri dari BMS," ungkapnya. Red/HS
Baca JugaImigrasi Sebut Nusron Wahid ke Malaysia, Kepulangannya Belum Diketahui