Putraindonews.com, Jakarta – Kondisi Selat Hormuz kembali mengalami ketegangan usai terjadi eskalasi serangan terhadap kapal kembali terjadi di tengah mandeknya perundingan untuk mengakhiri perang di Timur Tengah.
Kondisi ini bersamaan dengan persiapan Amerika Serikat (AS) menerapkan kebijakan ekonomi baru terhadap Iran.
Baca JugaSiaga Penuh! Korut Tembakkan Rudal Terbaru Dilengkapi AIDilansir dari Bloomberg, United Kingdom Maritime Trade Operations (UKMTO) pada Sabtu melaporkan adanya proyektil yang menghantam lambung sebuah kapal pengangkut curah. Serangan terhadap kapal juga terjadi sebelumnya.
Dua kapal milik Abu Dhabi National Oil Co. dilaporkan terkena serangan ketika melintasi Selat Hormuz pada Kamis.
Baca JugaPresiden Trump Tegaskan Bakal Serang Iran Lebih Keras LagiSatu kapal lainnya kembali menjadi sasaran pada Jumat malam, berdasarkan laporan kantor berita pemerintah Uni Emirat Arab, WAM.
Tidak ada laporan mengenai korban luka dalam rangkaian insiden tersebut. Red/HS
Baca JugaEks Perdana Menteri Malaysia Mahathir Dilarikan ke RS