Putraindonews, Jakarta – Menjelang peringatan satu abad kemerdekaan Republik Indonesia pada tahun 2045, pemerintah bersama dengan berbagai pemangku kepentingan terus berupaya mempersiapkan fondasi pembangunan yang kokoh. Dalam rangka mendukung pencapaian visi besar "Indonesia Emas 2045", Asosiasi Pengusaha Perusahaan Konstruksi Indonesia (ASPERKONI) menyelenggarakan agenda berskala nasional berupa Webinar Seri 1. Acara ini secara khusus mengangkat tema "Tata Kelola Infrastruktur Menuju Indonesia Emas 2045" dan dijadwalkan berlangsung pada Selasa, 14 Januari 2025.
Visi Indonesia Emas 2045 bukan sekadar jargon, melainkan sebuah target terukur yang membutuhkan kesiapan infrastruktur yang memadai, berkelanjutan, dan merata di seluruh pelosok nusantara. Oleh karena itu, tata kelola infrastruktur yang baik (good infrastructure governance) menjadi prasyarat mutlak. Webinar ini dirancang untuk mengupas tuntas bagaimana perencanaan, penganggaran, pelaksanaan, hingga pemeliharaan infrastruktur harus dikelola dengan prinsip transparansi, akuntabilitas, dan efisiensi.
Baca JugaIPW: Peristiwa Polisi Tembak Polisi MeningkatMenghadirkan narasumber ahli dan praktisi berpengalaman, Ir. Sarjono Puro, M.T., webinar ini akan menjadi wadah pertukaran gagasan yang konstruktif. Ir. Sarjono Puro, M.T. dikenal luas memiliki rekam jejak yang mumpuni dalam menganalisis kebijakan publik di sektor pekerjaan umum. Dalam sesi ini, beliau diproyeksikan akan membahas tantangan-tantangan krusial yang saat ini dihadapi oleh industri konstruksi nasional, mulai dari kesenjangan pembiayaan (financing gap), urgensi adaptasi teknologi digital dalam konstruksi (seperti Building Information Modeling/BIM), hingga implementasi prinsip-prinsip pembangunan berkelanjutan atau green construction.
Selain itu, diskusi ini juga akan menyoroti pentingnya peran asosiasi badan usaha seperti ASPERKONI sebagai eksekutor di lapangan. Keselarasan visi antara pemerintah dan pelaku usaha konstruksi diyakini akan mempercepat penyelesaian proyek-proyek strategis nasional (PSN). Para pelaku usaha jasa konstruksi, konsultan perencana, akademisi, hingga mahasiswa teknik sipil sangat dianjurkan untuk mengikuti webinar ini agar mendapatkan wawasan komprehensif mengenai arah kebijakan infrastruktur nasional di masa depan.
Baca JugaLagi! Menu MBG Kembali Menelan Korban, Kali Ini Terjadi di SMP Cisarua BogorBagi anggota ASPERKONI, partisipasi dalam webinar ini juga menjadi nilai tambah tersendiri. Selain mendapatkan sertifikat elektronik, para peserta juga berkesempatan untuk memperluas jaringan profesional (networking) dan berdiskusi langsung dengan pakar di bidangnya. Diharapkan, hasil dari webinar ini mampu menghasilkan rekomendasi strategis yang dapat diimplementasikan guna meningkatkan daya saing industri konstruksi Indonesia di kancah global. Red/HS