Putraindonews.com, Jakarta – Momen peringatan 21 tahun Damai Aceh, alumni P3N Angkatan XXVI Lemhannas RI dari unsur Tokoh Masyarakat Aceh, Dedi Sumardi Nurdin, mengajak semua masyarakat merefleksikan perjalanan perdamaian dengan penuh introspeksi sekaligus ruang untuk mempercepat pemulihan dan pembangunan Aceh pascabencana.
Dalam pernyataannya, Dedi menilai, usia 21 tahun perdamaian Aceh merupakan sejarah penting yang harus terus dijaga.
Baca JugaBesaran Gaji Wantimpres Mencapai Rp76,5 JutaKendati begitu, keberhasilan damai tidak cukup diukur dari berakhirnya konflik, melainkan dari sejauh mana masyarakat merasakan kesejahteraan, ketersediaan lapangan kerja, pendidikan, hingga kesempatan untuk maju.
“Setelah 21 tahun damai, saatnya kita mengevaluasi apa yang sudah dicapai, apa yang belum selesai, dan apa yang harus diperbaiki bersama. Sejarah kita hormati, perdamaian kita jaga, tetapi masa depan Aceh harus kita bangun,” kata Dedi Sumardi Nurdin dalam siaran pers yang diterima AJNN, Jumat, 14 Agustus 2026.
Baca JugaDiangkat Jadi Wantimpres, Rocky Gerung Tegaskan Pentingnya Bersikap KritisDirinya mengharapkan agar momentum Hari Damai Aceh tahun ini juga dapat menjadi energi untuk mempercepat rehabilitasi dan pembangunan pascabencana. Red/HS