Hidayat Arsani Janji Siapkan Pergub Untuk Melindungi Harga Lada  

IMG-20161104-WA0066-300×225

img-20161104-wa0066

Putraindonews.com, Babel (Pangkalpinang), —-Calon Gubernur Kepulauan Bangka Belitung, Nomor urut 3, Hidayat Arsani kembali menggelar kampanye dialogis dengan warga. Kali ini Hidayat menggelar dialog dengan= petani Desa Puding Besar, Kecamatan Puding Besar. Hidayat menggelar dialog dengan petani untuk meningkatkan hasil pertanian dan perkebunan petani di daerah itu.

Dalam dialog tersebut, Hidayat arsani mengajak petani untuk kembali menggalakan sektor perkebunan, terutama tanaman Lada. Melihat potensi yang baik ini, lada bisa diandalkan kembali menjadi sektor unggulan setelah sektor pertambangan timah mengalami krisis akibat harga timah dunia timah.

Hidayat selama ini banyak mendengar keluhan dari para petani lada, di karenakan harga yang tidak stabil. Selama ini menurut Hidayat, petani lada tersandera dengan ulah makelar yang menguasai harga pasar, sehingga peani tidak berdaya. Untuk itu perlu di terbitkan peraturan Gubernur yang mengontrol harga minimal lada, dan menerbitkan resi gudang kerjasama dengan perbankan sebagai jaminan untuk petani. 

” Lada di kuasai para cukong, harus kita terbitkan peraturan Gubernur untuk mengontrol harga lada. Jika tidak, petani kita di sandera. Pemerintah bisa hadir dengan membuat kerjasama dengan perbankan menalangi harga petani. Petani punya barang, di terbitkan resi gudang, perbankan menjaminnya dan pemerintah sebagai penjamin. Maka harga bisa kita kendalikan” demikian ujar Hidayat saat bertemu petani di tengah kebun lada milik warga ini. 

Hidayat juga menambahkan,  di dunia volume hasil panen lada asal Bangka Belitung masih kalah dengan lada asal Vietnam. Jika di Bangka Belitung satu pohon lada saat panen hanya menghasilkan maksimal 3-4 kg, sementara lada Vietnam mencapai 8 kg perpohonnya saat panen.

Hal inilah yang membuat Hidayat berupaya meningkatkan hasil panen lada masyarakat. Padahal bibit lada dari Vietnam merupakan hasil pengembangan bibit dari Bangka. Sebagai upaya tersebut Hidayat arsani juga berkesempatan mensosialisasikan pupuk organik hasil temuan ilmuwan korea, yang telahdi uji cobakan di sejumlah kecamatan di Bangka Belitung dan terbukti berhasil meningkatkan hasil panen lada putih serta membasmi hama tanaman itu. 

Daun lada yang tadinya menguning sudah mulai terihat hijau, bahkan hama seperti belalang, ulat, semut yang tadinya banyak di tanaman lada dan palawija terlihat mati setelah disemprot dengan pupuk tersebut.

“Hasilnya luar biasa, selama ini kami bingung mengatasi hama kuning daun. Tetapi setelah disemprot dengan pupuk tersebut daun yang tadinya kuning perlahan menghijau dan hama mati,” ujar Calon Gubernur Kepulauan Bangka Belitung, Hidayat Arsani.

Dalam kunjungannya tersebut Hidayat Arsani  menegaskan bahwa dirinya selaku Wakil Gubernur memiliki kewajiban untuk memperhatikan masyarakatnya khususnya petani lada putih.  

“Kita yang duduk di pemerintahan adalah pelayan, bukan lagi untuk dilayani melainkan melayani masyarakat” tegasnya.

Menurut dia penyakit kuning ini merusak perkembangan pertumbuhan tanaman lada, oleh karena itu harus segera untuk ditanggulangi dan dilakukan pecegahan sebelum seluruh tanaman lada di daerah ini mati.    

“Apabila ini terjadi, maka akan banyak petani lada yang akan mengalami kerugian,” katanya.

Untuk itu, kata dia, perlu di buat terobosan subsidi pupuk bagi petani,  mengingat selama ini petani masih kerap kesulitan pupuk. Dan juga berkaca dari Vietnam yang sukses membangun pertaniannya karena subsidi untuk Petani tinggi, 

“Saya ingin para petani lada ini  kehidupannya lebih sejahtera, hal ini saya lakukan  karena tanggungjawab saya jika terpilih jadi Gubernur nanti untuk berupaya membantu dan meningkatkan kesejahteraan para petani lada. Petani lada harus merebut kembali kesejahteraan yang selama ini dipermainkan oleh mafia eksportir. Saya sudah datang langsung ke Vietnam untuk melihat kesuksesan pertnian di sana, ternyata kuncinya adalah subsidi” ujarnya.(Rhena)