PUTRAINDONEWS.COM

JAKARTA | Kadin Indonesia dalam 5 tahun terakhir ini lebih Fokus pada pembinaan, bimbingan dan membantu pelaku usaha UMKM, tak henti-hentinya memberikan pelatihan secara berkala. Hal tersebut disampaikan Raden Tedy Ketua Lembaga Pengembangan Usaha Kadin Indonesia kepada media yang tergabung dalam IMO-Indonesia, senin di 09/12/19 di Jakarta.

Raden Tedy menuturkan bahwasanya dari hasil data menyatakan bahwa dominan pelaku UMKM tidak mengerti tatacara pembuatan laporan keuangan dan dominan pelaku UMKM tidak pernah membuat laporan keuangan, sementara dalam banyak hal, data laporan keuangan menjadi pertimbangan penting didalam keputusan pengembangan usaha, maka salah satu penyebab kendala pengembangan UMKM, adalah tidak melakukan evaluasi dan perencanaan usaha, dikarenakan tidak adanya data keuangan secara berkala.

Raden Tedy juga mengungkap bahwa Kadin Indonesia dibawah kepemimpinan Ketua Umum Bapak Eddy Ganefo secara berkala memberikan bimbingan UMKM di Kantor Pusat Kadin Indonesia, adapaun pada tanggal 04 Desember 2019 kemarin Kadin Indonesia menggelar bimbingan dengan tema “Tatacara Pembuatan Laporan Keuangan UMKM.”

Giat tersebut mendapat sambutan baik dengan jumlah peserta yang cukup banyak, sehingga harus dibuat 3 sesi, “Ujarnya”. Adapun peserta berasal dari Kalimantan, Sulawesi, NTT dan lain, hal tersebut membuktikan bahwa betapa perlunya pelaku UMKM akan bimbingan pembuatan laporan keuangan.

Sebagaimana diketahui Raden Tedy juga merupakan Dosen di Universitas Bina Sarana Informatika (BSI) yang memberikan perhatian secara khusus pada giat tersebut dengan terjun langsung sebagai tenaga pendamping Bimbingan UMKM, ia juga membuat metoda yang detail dengan bahasa sederhana ( simpel -red ) untuk dapat memberikan edukasi tatacara pembuatan laporan keuangan bagi UMKM.

“Membuat laporan keuangan UMKM itu gampang dan itu dulu yang dimasukkan dalam pikiran kita,” ujar Raden Tedy saat mengulang kalimat pembuka sesi bimbingan pada giat 4 Desember kemarin, ia juga menuturkan bahwa dalam giat kemarin peserta terlihat cukup memahami apa yang disampaikannya.

Giat “Tatacara Pembuatan Laporan Keuangan UMKM.” juga diisi dengan diskusi dari peserta yang berkembang cukup aktif, tuturnya. Dimana sebagian peserta yang belum memamahi pembuatan laporan keuangan, diakhir sesi bimbingan merasakan betul besarnya manfaat bimbingan sehingga mereka mulai memahami dan mengerti untuk membuat laporan keuangan UMKM. Yang sebagian besar pesertanya berharap agar ada kelanjutan dari bimbingan ini, terutama didalam pembuatan rencana bisnis dan perhitungan pajak. Pungkas Raden Tedy.

Adapun, Ahmad Maredes selaku Ketua panitia pelaksana bimbingan, yang juga pengurus Kadin Indonesia, menyatakan akan menjadwalkan bimbingan rutin dengan materi yang berbeda setiap bulannya, sesuai kebutuhan UMKM.

@yfi