Target di Piala Dunia FIBA 2023, Menpora: Sukses Penyelenggaraan dan Prestasi Timnas

KonpresRatasBolaBasket_3-1

PUTRAINDONEWS.COM

Jakarta | 19 Februari 2020. Persiapan Indonesia menjadi tuan rumah kejuaraan bola basket pada tahun 2023 dilaksanakan sejak mulai sekarang karena selain persiapan sebagai tuan rumah juga harus menghadapi kualifikasi menuju Piala Dunia Fédération Internationale de Basketball (FIBA).

Untuk itu, Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), Zainudddin Amali, menyampaikan penting untuk sukses sebagai penyelenggara dan sukses prestasi Tim Nasional. “Tentu hal-hal yang terkait dengan pelaksanaan kejuaraan yang kita harus persiapkan adalah kita menjadi tuan rumah dan ini kita menjadi tuan rumah bersama antara Indonesia, Filipina dan Jepang, dan berbagai fasilitas sarana prasarana yang harus kita siapkan baik untuk venue pertandingan maupun hal-hal lain yang di luar pertandingan misalnya akomodasi, transportasi, dan berbagai hal,” ujar Menpora usai mengikuti Rapat Terbatas (ratas) di Kantor Presiden, Provinsi DKI Jakarta, Selasa (18/2).

Mengenai persiapan tim nasional (Timnas), sebagai tuan rumah, menurut Menpora, tentu sehingga upaya-upaya dari Persatuan Bola Basket Seluruh Indonesia (Perbasi) dan National Olympic Committee (NOC) serta dukungan berbagai pihak diharapkan untuk memberikan dukungan bagi suksesnya penyelenggaraan ini. ”Jadi kita mau sukses sebagai penyelenggara juga kita mau sukses sebagai tim nasional atau sukses prestasi,” ujarnya. Salah satu strategi yang dilakukan, menurut Menpora, memang melakukan naturalisasi. Namun, Ia menambahkan tetap akan memaksimalkan potensi pemain lokal.

Senada dengan Menpora, Ketua Umum (Ketum) Persatuan Bola Basket Indonesia (Perbasi) juga menyampaikan bahwa kualifikasi akan tetap dilaksanakan pada tanggal 20 Februari sehingga tidak menggantungkan pada ketiadaan pemain naturalisasi. Proses pengajuan menjadi tuan rumah, menurut Menpora, Indonesia memang mengikuti biding yang salah satu alasannya adalah perkembangan bola basket dan kompetisi IBL hingga kini terus berjalan. ”Nah, itulah menjadi salah satu dasar kita bahwa sebenarnya kita mampu untuk bertanding di kancah internasional. Tetapi kalau kita harus menunggu untuk harus bertanding di mana dan di berbagai tempat kesempatan itu mungkin tidak akan cepat datang. Nah dengan kita menjadi tuan rumah, kesempatan itu ada,” tambahnya. Menpora yakin bahwa bola basket Indonesia sekarang ini di Asia Tenggara peringkat 2 setelah Filipina.

Ia mengatakan optimis bahwa dengan perbaikan-perbaikan yang dilakukan minimal akan bisa sama dengan Filipina. ”Efek dari penyelenggaraan ini tentu akan, pertama terhadap pembinaan di dalam negara. Ini akan luar biasa. Banyak negara-negara yang menjadi tuan rumah baik untuk single event mauapun multi event olahraganya langsung berkembang,” tandas Menpora. Lebih lanjut, ia memberikan contoh saat penyelenggaraan Asian Games, prestasi olahraga Indonesia ikut baik sehingga membuat semangat untuk bidding tuan rumah Olimpiade di tahun 2032. ”Di samping itu tentu ada dampak ekonomi, pariwisata ya sport tourism dan berbagai hal yang menjadi hal yang positif buat kita. Nah kenapa kita enggak ambil kesempatan itu, itu kira-kira,” jelasnya.

Untuk persiapan Timnas, Menpora menyerahkan hal itu kepada Perbasi dan NOC sehingga posisi pemerintah adalah memberikan dukungan. ”Perencanaannya seperti apa, targetnya bagaimana kita serahkan kepada federasi. Tentu kita berkoordinasi antara Perbasi, Kemenpora, NOC kita akan sama-sama. Kan tuan rumahnya Indonesia, bukan Perbasi, bukan Menpora, bukan NOC jadi kita siapkan,” tambahnya. Soal venue, Menpora optimis dengan waktu yang masih lama cukup untuk membangun venue-venue yang baru. Untuk itulah, saat rapat tadi dihadirkan seluruh kementerian/lembaga terkait agar membantu proses pelaksanaan agenda ini. ”Kita akan minta tolong, Bapak Presiden tadi menugaskan kepada Menteri PUPR, gitu kira-kira dan berbagai hal lain. ini kita bekerja sama dan nanti akan keluar Perpres tentang penyelenggaraan kejuaraan dunia bola basket ini,” pungkas Menpora. (**).