Save as PDF

PUTRAINDONEWS.COM

TANGSEL – BANTEN | Satu unit mobil Honda Mobilio ringsek usai menabrak trotoar di Jalan Raya Puspiptek, Setu, Tangerang Selatan (Tangsel). Kecelakaan tunggal itu dipicu oleh gelapnya penerangan, di mana banyak lampu Penerangan Jalan Umum (PJU) tak berfungsi.

Kecelakaan itu terjadi pada Sabtu 19 Desember 2020 sekira pukul 23.30 WIB. Mobil bernomor polisi BG 1473 CE dikemudikan oleh Suharjo (48) beserta istri dan 4 anaknya. Beruntung tak ada korban luka, para penumpang hanya terlihat syok di lokasi.

Dikatakan Suharjo, dia baru saja menjemput putrinya yang menimba ilmu di Tajur Halang, Bogor. Mereka berencana pulang ke Palembang malam ini. Karena tak begitu hafal kondisi jalan, dia pun tak sadar bahwa jalur 2 arah dihadapannya dipisahkan trotoar besar.

“Saya mau pulang ke Palembang. Ini jalan juga gelap, nggak ada penerangan. Ditambah lagi memang kita kan nggak terlalu hafal jalan. Kita mau masuk tol di Rawa Buntu sana. Saya kira ini jalur searah, tapi ternyata ada trotoar di tengah-tengah,” katanya di lokasi.

Benturan antara bagian depan mobil dengan trotoar beton itu terdengar cukup keras. Hingga menyebabkan posisi sebagian badan mobil terangkat berada di atas trotoar. Warga sekitar pun bahu-membahu mengevakuasi mobil ke tepian jalan.

“Harusnya memang perlu ada penerangan jalan, jadi nggak membahayakan pengendara. Kalau seperti ini kan, jalan gelap, nggak ada tanda petunjuk juga kalau dibatasi sama trotoar. Bahaya ini,” keluhnya.

Salah satu warga sekitar, Baihaqi (26), mengatakan, sudah beberapa kali kendaraan roda empat mengalami nasib sama saat melintas di jalan itu. Hingga saat ini, kebanyakan korban hanya menderita luka-luka ringan.

“Ini udah yang ketiga kali, setau saya udah tiga kali. Kejadian sebelummya sama, jadi pengemudi nganggapnya jalur ini searah. Lampu PJU harus diperbaiki, karena banyak yang nggak fungsi lagi,” tukasnya. Red/Ward

   Send article as PDF