Putraindonews.com, Jakarta – Aksi protes besar-besaran berlangsung di Prancis pada pada Sabtu (17/10).
Perdana Menteri Prancis, Sebastien Lecornu, menyebut sebanyak 1.200 orang ditangkap dalam aksi protes di seluruh negara tersebut pada Sabtu (17/10). Sementara itu, sebanyak 150 polisi mengalami luka-luka.
Baca JugaParah! Kabut Asap Indonesia Sudah Selimuti ASEAN"Sebuah keajaiban jumlah korban tidak lebih tinggi," katanya saat mengunjungi petugas yang dikerahkan di pusat kota Paris, menyusul bentrokan dan penjarahan yang terjadi sepanjang hari.
Menurut laporan AFP, bentrokan antara polisi dan para pemrotes, penjarahan massal, serta berbagai peristiwa kebakaran melanda Prancis pada Sabtu (17/10).
Baca JugaPemerintah Singapura Ungkap 7 Perusahaan di Balik Kasus Karhutla IndonesiaAksi unjuk rasa nasional yang menentang lonjakan inflasi tersebut berubah menjadi kekerasan jalanan dengan 'intensitas ekstrem'. Red/HS