Putraindo News Terdepan, Terpercaya Dan Berimbang

Arab Saudi Dorong Solusi Dua Negara atas Konflik Israel-Palestina

S Samsuddin • 31 Oct 2024 • 0 komentar
Arab Saudi Dorong Solusi Dua Negara atas Konflik Israel-Palestina

Putraindonews.com, Jakarta - Arab Saudi pada Rabu (30/10) menggelar pertemuan pertama aliansi global di Riyadh untuk mendorong solusi dua negara dalam penyelesaian konflik Palestina-Israel.

Menteri Luar Negeri Saudi, Pangeran Faisal bin Farhan, menyebut pertemuan tersebut sebagai “langkah pertama dari serangkaian langkah dengan partisipasi 90 negara.”

Baca JugaTrump Kembali Tebar Ancaman Andai Republik Kalah di Pemilu Sela 2026

Ia mengatakan bahwa Kerajaan “akan menggalang opini publik internasional melawan praktik Israel terhadap rakyat Palestina.”

“Pembentukan negara Palestina adalah syarat Kerajaan untuk melanjutkan normalisasi hubungan dengan Israel,” tegasnya.

Baca JugaJenderal Zhang Shengmin Dipromosi ke Puncak Kekuasaan Militer China

Aliansi global ini diluncurkan oleh Arab Saudi pada September lalu untuk mendorong solusi dua negara bagi konflik yang telah berlangsung puluhan tahun ini.

Pada Senin (28/10), Otoritas Palestina menyatakan harapannya bahwa pertemuan aliansi global ini akan memperkuat upaya mengakhiri pendudukan Israel dan mendirikan negara Palestina.

Baca JugaAmerika Kirim 10 Pesawat Militer ke Israel

Israel terus melancarkan serangan dahsyat di Jalur Gaza sejak serangan oleh Hamas tahun lalu, meskipun Dewan Keamanan PBB telah menyerukan gencatan senjata segera.

Hingga saat ini, hampir 43.100 orang tewas, kebanyakan perempuan dan anak-anak, serta lebih dari 101.500 orang terluka, menurut otoritas kesehatan setempat.

Baca JugaHasil Hitung Cepat Pemilu Israel, Posisi Netanyahu Tidak Aman

Serangan Israel telah memaksa hampir seluruh penduduk wilayah tersebut mengungsi di tengah blokade yang menyebabkan kekurangan parah pangan, air bersih, dan obat-obatan.

Israel juga menghadapi kasus genosida di Mahkamah Internasional atas tindakannya yang brutal di Gaza. Red/HS

Baca JugaInggris dalam Siaga Perang, Sebut Waktu Tinggal 1.000 Hari Lagi

Bagikan berita:

Berita Terkait