Putraindo News Terdepan, Terpercaya Dan Berimbang

Begini Implementasi Rabu Literasi SD Negeri Borong Makassar

T Tompo • 02 Sep 2026 • 0 komentar
Begini Implementasi Rabu Literasi SD Negeri Borong Makassar
Rabu Literasi SD Negeri Borong Makassar. (Tompo/Putraindonews)

Putraindonews.com, Sulsel - Begitu bel tanda masuk berbunyi, murid-murid SD Negeri Borong, Kecamatan Manggala, Kota Makassar, langsung diarahkan oleh Bu Rosmiaty, S.Pd.I, untuk mengambil buku di perpustakaan, lalu menuju kelas masing-masing. 

Ada pula yang diarahkan mengambil tempat di panggung yang biasa dijadikan tempat pertunjukan seni. Sementara murid-murid kelas 5 dan kelas 6, yang ruangannya berada di lantai 2, mengambil posisi di depan ruang guru.

Baca JugaSekolah Tanpa Warna: Dari Pedalaman Kalimantan Timur, Musakkir Basri Merawat Harapan Pendidikan

Ifra afiza, murid kelas 3A, bergabung dengan anak-anak di panggung. Dia terlihat asyik membaca buku berjudul "Mainan untuk Hana".

Begitulah suasana aktivitas Rabu Literasi di SD yang berada di Jalan Borong Raya Nomor 8 itu. Kegiatan Rabu Literasi dilakukan mulai tahun ajaran baru, bulan Juni 2026.

Baca JugaPutra Daerah Kembali ke Udayana: Mayjen TNI Putra Widiastawa Resmi Pimpin Kodam IX/Udayana

"Anak-anak mulai membaca bersama sebelum mereka mengikuti pelajaran di kelasnya. Mereka membaca selama 15 menit, sesuai buku bacaan yang mereka sukai," jelas Andi Etty Cahyani, S.Pd, M.Pd, Kepala UPT SPF SD Negeri Borong.

Andi Etty Cahyani menyampaikan kegiatan Rabu Literasi ini pembudayaan kegemaran membaca, sekaligus sebagai bagian dari penguatan Gerakan Literasi Sekolah.

Baca JugaDari Polsek Ubud ke Gedung Bareskrim: Kisah Putu Putera Sadana, Putra Mengwi yang Kini Berbintang Dua

Perpustakaan Gerbang Ilmu SD Negeri Borong merupakan salah satu Perpustakaan Ramah Anak, sehingga selain membaca bersama, murid-murid juga diminta membaca nyaring, membaca berpasangan, dan membaca mandiri.

Kepala Perpustakaan Gerbang Ilmu, Elyda Alawiah, S.Tr.Par, M.Ip, Kepala Perpustakaan Gerbang Ilmu SD Negeri Borong, selanjutnya memandu anak-anak membaca berpasangan.

Baca Juga15 Tahun Mengabdi di UI Tanpa Terima Gaji, Rocky Gerung Kini Disorot sebagai Wantimpres

Ada proses interaksi dan tanya jawab di antara kedua anak yang membaca berpasangan tersebut. Keduanya bertanya tentang judul buku apa yang dibaca, dan apa kesan terhadap buku itu.

Ada juga murid kelas 2 yang diminta membaca nyaring, lalu diperdengarkan melalui pengeras suara.

Baca JugaBukan Jenderal Biasa, Ini Rekam Jejak Mayjen Putra Widiastawa yang Pernah Jadi Danup HUT RI di Istana

Setelah durasi 15 menit, mereka pun menyelesaikan aktivitas literasinya. 

Bu Elly, begitu Elyda Alawiah akrab disapa, kemudian meminta anak-anak yang sudah membaca mengembalikan buku-buku pada rak sesuai kodenya. 

Baca Juga7 Skill Digital Paling Dicari 2026: Gaji Tinggi & Kerja Fleksibel

Bu Elly menjelaskan, setiap buku dan rak punya kode tersendiri. Ini sejalan dengan "prinsip usia dan kematangan" dalam Konvensi Hak-Hak Anak (KHA) dan Undang-Undang Perlindungan Anak (UUPA).

Ditambahkan, buku-buku dengan kode A diperuntukkan bagi anak-anak kelas 1 dan kelas 2. Buku kategori ini punya teks yang sedikit. Tujuannya agar anak-anak berimajinasi dengan gambar-gambar yang dilihatnya.

Baca JugaFoss Group Luncurkan EV Truck 10 Ton, Kendaraan Listrik Serbaguna Untuk Berbagai Sektor

Buku-buku dengan kode B1 untuk anak kelas 3, sedangkan buku berkode B2 bagi anak-anak kelas 4. Selanjutnya, buku dengan kode C, bagi anak-anak kelas 5 dan kelas 6. 

"Untuk anak-anak kelas tinggi, jenis bukunya sudah seperti komik yang banyak ceritanya karena mereka sudah bisa pahami," papar Bu Elly. Red/RT

Baca JugaPanduan Lengkap Menyiapkan Tas Siaga Bencana (Bug Out Bag) di Rumah

Bagikan berita:

Berita Terkait