Putraindonew.com, Blitar - Pemerintah Kabupaten Blitar menggelar upacara adat jamasan Gong Kyai Pradah. Kegiatan ini dilaksanakan pada Kamis (27/08) bertempat di Alon-Alon ex Pembantu Bupati Lodoyo Timur atau sekarang Kecamatan Sutojayan Kabupaten Blitar.
Siraman pusaka Gong Kyai Pradah serta wayang Krucil, prosesi diawali dengan malam tirakatan di gedong pusaka dimana benda keramat ini di semayamkan, dan pada pagi harinya diambil dari keramatan gedong pusaka Gong Kyai Pradah untuk dimandikan atau jamasan.
Baca JugaPaku Buwana XIV Hangabehi Adakan Upacara Kenaikan TahtaSiraman Gong Kyai Pradah dilakukan sebagai bentuk manivestasi pelestarian budaya nan sakral setiap bulan Maulid.
Bulan Maulid adalah sebutan lain untuk bulan Rabiul Awal, yaitu bulan ketiga dalam penanggalan Hijriah yang di dalamnya diperingati hari kelahiran Nabi Muhammad SAW.
Baca JugaTelah Lahir Pasinrilik Perempuan Pertama dari Sanggar Seni Antara Nusantara GowaUpacara Jamasan atau Siraman Gong Kyai Pradah merupakan salah satu tradisi tahunan Kabupaten Blitar yang dilaksanakan pasca peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW. Tradisi ini menjadi simbol kuatnya ikatan masyarakat dengan leluhur dan alam serta menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan.
Upacara Jamasan atau Siraman Gong Kyai Pradah pagi itu dihadiri langsung oleh Bupati Blitar H. Rijanto bersama istri Ninik Rijanto, Wakil Bupati Blitar H. Beky Herdihansah bersama istri Arina Beky, Walikota Blitar H. Syaukul Muhibbin bersama istri Kharisa Rizki Umami Muhibbin, Sekretaris Daerah Blitar, perwakilan Forkopimda, Kepala OPD serta ribuan masyarakat dari Blitar dan luar Blitar.
Baca JugaPengalaman Baru Bakal Dihadirkan Bus TransJakarta per Agustus MendatangBupati Blitar Drs. H Rijanto M.M dalam sambutanya menyampaikan, Jamasan Gong Kyai Pradah salah satu bentuk wisata budaya Kabupaten Blitar yang memilioi nilai historis spiritual dan keindahan seni sangat tinggi.
"Untuk itu dalam upaya melestarikan kebudayaan seperti ini seharusnya dikolaborasikan dengan pengembangan wisata daerah," Kata Bupati.
Baca JugaFestival Cisadane 2026, 'Lestarikan Budaya'Pagelaran budaya seperti ini menurut Rijanto dapat dijadikan daya tarik wisata juga mendatangkan visitor atau pengunjung baik lokal dan manca negara
Lanjut Rijanto ke depan yang menjadi harapan Pemerintah Kabupaten Blitar adalah pengembangan pariwisata
dengan dasar kebudyaan.
Untuk itu Rijanto juga mengajak semua lapisan masyarakat, budayawan, pelaku UMKM secara bersama - sama menggalakan daerah Lodoy Sutojayan menjadi poros seni budaya Kabupaten Bltar, tidak sekedar hanya untuk di ceritakan sebagai pusat kegiatan budaya.
"Terlepas dari itu Jamasan Gong Kyai Pradah juga dapat lebih meningkatkan sumber pertumbuhan ekonomi kreatif serta destinasi wisata budaya unggulan Kabupaten Blitar," tutur Rijanto.
Baca JugaAmelia Sajidah, Travel Creator Mengangkat Indonesia Timur Punya CeritaTak kalah pentingnya Jamasan Gong Kyai Pradah merupakan wisata budaya unggulan Kabupaten Blitar yang memiliki nilai historis spiritual dan keindahan seni yang sangat tinggi.
"Dalam hal kebudayaan selain upaya pelestarian seni tradisi ini berarti kita ikut menjaga jati diri menyatukan tekad dan menguatkan kebudayaan sebagai daya tarik pembangungan di Kabupaten Blitar,"pungkasnya. Red/Rif
Baca JugaGubernur Koster Lepas Peed Aya, Tandai Pembukaan Pesta Kesenian Bali (PKB) XLVIII