Putraindo News Terdepan, Terpercaya Dan Berimbang

IMO-Indonesia DPW Sumatera Utara Perkenalkan Marwah Melayu

S Samsuddin • 07 Nov 2026 • 0 komentar
IMO-Indonesia DPW Sumatera Utara Perkenalkan Marwah Melayu
Penyematan tanjak dan pemberian kain sampin khas Melayu oleh IMO-Indonesia DPW Sumatera Selatan kepada Ketua Umum Yakub F. Ismail. Ist

Putraindonews.com, Jakarta - Upaya melestarikan adat dan budaya Melayu ditunjukkan Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Ikatan Media Online (IMO) Indonesia Sumatera Utara dalam momentum Peresmian Sekretariatan dan HUT IMO Ke-9 di Jakarta DPP IMO Indonesia di Wisma Samudra XXI, Jakarta Selatan Jumat (6/11).

Dalam kegiatan tersebut, delegasi IMO-Indonesia DPW Sumatera Utara yang dipimpin Ketua H. Nuar Erde, didampingi Sekretaris Harun Al-Rasyid, memberikan penghormatan budaya kepada Ketua Umum IMO- Indonesia, Yakub F. Ismail, melalui penyematan tanjak dan pemberian kain sampin khas Melayu.

Baca JugaDemi Merawat Tradisi, Sanggar Seni Antara Nusantara Bajeng Gelar Malam Assinrilik

Pemberian atribut adat tersebut bukan sekadar seremoni, melainkan simbol kehormatan sekaligus pesan filosofis tentang nilai-nilai luhur budaya Melayu yang menjunjung tinggi kepemimpinan, tanggung jawab, kesantunan, dan penghormatan terhadap sesama.

Tanjak merupakan simbol kehormatan dan identitas budaya Melayu. Filosofinya mengandung harapan agar seorang pemimpin memiliki keluasan pandangan, kebijaksanaan, serta keteguhan dalam menjalankan amanah.

Baca JugaKWN Sambut Dalang Ki Gunarto Usai Pentas Wayang Kulit di Selandia Baru

Sementara kain sampin menjadi simbol kehormatan, kesopanan, dan pengendalian diri. Nilai tersebut mengingatkan bahwa seorang pemimpin harus senantiasa menjaga marwah, perilaku, serta hubungan baik dalam kehidupan bermasyarakat dan berorganisasi.

Diplomasi Budaya Melayu di Forum Nasional

IMO-Indonesia DPW Sumatera Utara menyampaikan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya memperkenalkan sekaligus melestarikan kearifan lokal Melayu kepada keluarga besar IMO-Indonesia dari berbagai daerah.

Baca JugaPesan Mendalam Ida Istri di Tengah Warga Banjar Perumnas Bekasi: Jangan Takut Ombak Jika Dirimu Sudah Menjadi Samudra

Kehadiran delegasi sejumlah provinsi, di antaranya Bengkulu, Riau, Banten, DKI Jakarta, Lampung, dan Sumatera Selatan, menjadi ruang strategis untuk memperkenalkan keberagaman budaya Nusantara dalam forum organisasi berskala nasional.

Dengan kepengurusan wilayah provinsi, IMO Indonesia memiliki ruang kebersamaan yang tidak hanya berorientasi pada konsolidasi organisasi dan penguatan program kerja, tetapi juga menjadi wadah pertukaran nilai, budaya, dan tradisi antardaerah.

Baca JugaPaku Buwana XIV Hangabehi Adakan Upacara Kenaikan Tahta

Melalui momentum ini, IMO-Indonesia DPW Sumatera Utara ingin menegaskan bahwa organisasi badan usaha media juga memiliki tanggung jawab moral untuk ikut menjaga dan memperkenalkan kekayaan budaya bangsa.

Yakub F. Ismail: Penghormatan yang Luar Biasa

Menerima penyematan tanjak dan pemberian kain sampin, Ketua Umum IMO-Indonesia, Yakub F. Ismail, menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih atas perhatian serta penghormatan yang diberikan IMO-Indonesia DPW Sumatera Utara.

Baca JugaTelah Lahir Pasinrilik Perempuan Pertama dari Sanggar Seni Antara Nusantara Gowa

Ia menilai pemberian tersebut sebagai sebuah kehormatan luar biasa yang sekaligus memperlihatkan kuatnya nilai persaudaraan dalam keluarga besar IMO- Indonesia.

Yakub secara khusus menyampaikan terima kasih kepada Ketua IMO-Indonesia DPW Sumatera Utara, H. Nuar Erde, bersama Sekretaris Harun Al-Rasyid atas kehadiran dan kontribusinya dalam memperkenalkan adat serta budaya Melayu pada kegiatan nasional tersebut.

Baca JugaBupati Blitar: Jamasan Gong Kyai Pradah 2026 Manivestasi Pelestarian Pariwisata Seni Budaya

Menjaga Adat, Merawat Persaudaraan

Momentum penyematan tanjak dan pemberian kain sampin memberikan pesan bahwa kekuatan organisasi tidak semata-mata dibangun melalui struktur, program, dan konsolidasi kelembagaan. Lebih dari itu, organisasi juga membutuhkan fondasi nilai, etika, budaya, dan penghormatan terhadap keberagaman.

Adat Melayu mengajarkan pentingnya menjaga kesantunan, menghormati pemimpin, memuliakan sesama, serta menjunjung tinggi marwah dalam setiap hubungan sosial.

Baca JugaPengalaman Baru Bakal Dihadirkan Bus TransJakarta per Agustus Mendatang

Nilai-nilai tersebut relevan untuk diterapkan dalam kehidupan organisasi, termasuk dalam membangun profesionalisme insan media yang berintegritas dan bertanggung jawab.

Bagi IMO-Indonesia DPW Sumatera Utara, memperkenalkan budaya Melayu di tingkat nasional merupakan langkah sederhana dengan pesan besar: budaya bukan sekadar warisan sejarah, melainkan identitas dan pedoman kehidupan yang harus terus dijaga serta diwariskan kepada generasi mendatang.

Baca JugaFestival Cisadane 2026, 'Lestarikan Budaya'

Adat dijunjung, marwah dijaga, persaudaraan diperkuat. Dari Sumatera Utara, semangat Melayu hadir untuk Indonesia.

Oleh: H. Nuar Erde

Bagikan berita:

Berita Terkait