Putraindonews.com, Jakarta – Pengamat politik Universitas Esa Unggul, Jamiluddin Ritonga memberikan pandangannya terkait melejitnya elektabilitas Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi alias KDM.
Ia bahkan menilai, tingginya elektabilitas KDM yang bahkan mengungguli Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto, berpotensi menimbulkan gejolak di internal partai tersebut.
Baca JugaBesaran Gaji Wantimpres Mencapai Rp76,5 JutaMenurut Jamiluddin, apabila tren kenaikan popularitas dan keterpilihan KDM terus meningkat maka bukan tidak mungkin ia akan terancam diasingkan.
"Kader seperti itu bisa saja akan diasingkan di internal Gerindra. Dedi bisa saja tidak diberi peran strategis di Gerindra," katanya dalam keterangannya, dikutip Minggu (16/8).
Baca JugaDiangkat Jadi Wantimpres, Rocky Gerung Tegaskan Pentingnya Bersikap KritisIa melanjutkan, dan apabila hal itu terjadi, maka KDM tidak akan tinggal diam. Rekam jejaknya yang pernah berpindah dari Golkar ke Gerindra menunjukkan bahwa pindah partai bukan hal tabu baginya.
"Kalau hal itu terjadi, bisa saja Dedi akan melakukan perlawanan. Dedi bisa saja berlabuh ke partai lain untuk mewujudkan ambisi politik," tandasnya. Red/HS
Baca JugaBuntut Kasus Fasilitas Mewah Lapas Cibinong, Dirjenpas Mashudi Mengundurkan Diri