Putraindo News Terdepan, Terpercaya Dan Berimbang

Dibombardir Israel, Gedung Universitas di Lebanon Rusak Parah

S Samsuddin • 11 Nov 2024 • 0 komentar
Dibombardir Israel, Gedung Universitas di Lebanon Rusak Parah

Putraindonews.com, Jakarta – Gedung di Universitas Lebanon dilaporkan media pemerintah setempat mengalami kerusakan parah usai dibombardir serangan udara Israel di pinggiran selatan Beirut pada Jumat (8/11).

Beberapa gedung fakultas dan laboratorium di kampus Rafik Hariri, kawasan Hadath, mengalami kerusakan berat, demikian dilaporkan Kantor Berita Nasional Lebanon pada Sabtu (9/11).

Baca JugaTrump Kembali Tebar Ancaman Andai Republik Kalah di Pemilu Sela 2026

Presiden universitas tersebut, Bassam Badran, menyampaikan kepada wartawan bahwa institusi pendidikan itu "akan tetap tegar menghadapi mesin perang Israel."

“Serangan ini tidak akan menghalangi universitas untuk terus melanjutkan misinya dalam bidang pendidikan dan pelayanan masyarakat,” tambahnya.

Baca JugaJenderal Zhang Shengmin Dipromosi ke Puncak Kekuasaan Militer China

Badran mengatakan Universitas Lebanon telah memulai tahun akademik 2024-2025 beberapa hari lalu, dengan menyediakan pembelajaran jarak jauh di seluruh cabang dan institutnya.

Kampus Rafik Hariri merupakan salah satu kompleks terbesar di Universitas Lebanon yang menaungi banyak fakultas, termasuk sains, teknik, kedokteran, farmasi, dan lainnya.

Baca JugaAmerika Kirim 10 Pesawat Militer ke Israel

Serbuan udara besar-besaran oleh Israel di Lebanon telah berlangsung sejak akhir September.

Kelompok zionis itu mengeklaim menyasar sejumlah posisi Hizbullah sebagai eskalasi konflik lintas perbatasan yang sudah berlangsung sejak dimulainya perang di Gaza.

Baca JugaHasil Hitung Cepat Pemilu Israel, Posisi Netanyahu Tidak Aman

Menurut otoritas kesehatan Lebanon, lebih dari 3.100 orang tewas dan lebih dari 13.800 lainnya terluka akibat serangan Israel sejak Oktober 2023.

Israel melancarkan serangan darat ke wilayah selatan Lebanon pada 1 Oktober. Red/HS

Baca JugaInggris dalam Siaga Perang, Sebut Waktu Tinggal 1.000 Hari Lagi

Bagikan berita:

Berita Terkait