Putraindonews.com, Makassar - Didin Marlin kembali merilis karya terbaru bertajuk Magismaja: Sound as a Way to Memory, sebuah EP yang mengeksplorasi arsip bunyi Sulawesi Selatan sebagai sumber pengetahuan yang hidup. Melalui tiga komposisi, ia menghadirkan bunyi bukan hanya sebagai medium estetika, tetapi juga sebagai cara menelusuri memori, asal-usul, dan pengalaman personal.
Gagasan ini diperkuat dari pembacaan ulang terhadap La Galigo, yang menjadi salah satu pijakan dalam memahami bunyi sebagai bagian dari ingatan dan kosmologi. Pendekatan ini membuat karya Didin terasa berada di antara praktik artistik dan upaya merawat pengetahuan budaya.
Baca JugaSembilan Tahun Digelar, Puteri Remaja Indonesia Kembali Hadirkan Kompetisi Remaja BerprestasiProses kreatifnya juga didukung oleh arsip rekaman yang dikumpulkan oleh Christian Pelras. Melalui arsip tersebut, Didin dapat mengakses kembali rekaman lama masyarakat Bugis dan mengolahnya menjadi bentuk sonik yang baru dan relevan.
EP ini terdiri dari tiga track: “Ancestral XIII” yang mengeksplorasi lapisan waktu awal, “Inherited M S04–E119” tentang warisan identitas, serta “Dg. Ratu: Y > O” yang lebih eksperimental dan berangkat dari pengalaman personal.
Baca JugaMiss Thailand Gugat Suami MiliarderSecara keseluruhan, Magismaja memposisikan bunyi sebagai jembatan antara masa lalu dan masa kini, sekaligus membuka ruang bagi pendengar untuk merasakan proses mengingat itu sendiri.
EP Magismaja: Sound as a Way to Memory dijadwalkan rilis di berbagai platform digital pada 13 Mei 2026. Red/RY
Baca JugaDari Tanah Air Menuju Amerika, Daniel Sudar Bawa Kisah Personal dalam “Leaving Indonesia”