Putraindo News Terdepan, Terpercaya Dan Berimbang

Dinilai Jauh dari Korupsi, Rektor Unisma Berharap Mahfud MD Mengubah Indonesia

S Samsuddin • 23 Sep 2022 • 0 komentar
Dinilai Jauh dari Korupsi, Rektor Unisma Berharap Mahfud MD Mengubah Indonesia

***

Putraindonews.com - Malang | Gaya bicara Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD yang blakblakan serta tanpa beban dalam mengurai prolem hukum di Indonesia, mendapat pujian dari Rektor Universitas Islam Malang, Prof. Dr. H. Maskuri.

"Beliau kalau berbicara tanpa beban, saya yakin orang yang jauh dari korupsi jauh dari beban apapun. Kita berharap orang-orang hebat harus hadir untuk mengubah Indonesia," papar Maskuri saat sambutan dalam acara Stadium General Pascasarjana Unisma yang menggadirkan Mahfud MD sebagai narasumber, Jumat 23/9.

Baca JugaSembilan Tahun Digelar, Puteri Remaja Indonesia Kembali Hadirkan Kompetisi Remaja Berprestasi

Maskuri yang juga Ketua Forum Rektor Perguruan Tinggi Nahdlatul Ulama Tingkat Nasional periode 2019 – 2021 ini menjelaskan, sosok Mahfud MD bukan hanya seorang Menko Polhukam, tapi ia adalah kader ulama yang sukses.

"Kita doakan beliau sukses membawa bangsa dan negara serta mengubah Indonesia menjadi negara yang adil, makmur Gemah Ripah Loh Jinawi," tambah Maskuri.

Baca JugaMiss Thailand Gugat Suami Miliarder

Di hadapan Mahfud Md dan mahasiswa Pascasarjana Unisma, Maskuri menegaskan, Unisma akan terus berada dibelakang Menko Polhukam Mahfud MD dalam menegakkan keadilan.

"Insyaallah Prof. Mahfud MD, Unisma di belakang bapak dalam menegakkan keadilan, dalam mensejahterakan masyarakat, dalam membawa bangsa yang lebih bermartabat," pungkas Maskuri yabg juga Ketua Asosiasi Program Pascasarjana Perguruan Tinggi Agama Islam Swasta (APAISI) ini.

Baca JugaDari Tanah Air Menuju Amerika, Daniel Sudar Bawa Kisah Personal dalam “Leaving Indonesia”

Mahfud MD hadir di Unisma Menjadi Narasumber “Stadium Generale” pada Program Pasca sarjana di Universitas Islam Malang. Dalam kesempatan ini berbicara terkait penguatan ideologi bangsa dan nasionalisme untuk pemerintahan yang bersih. Red/HS

***

Bagikan berita:

Berita Terkait