Putraindonews.com, Jakarta – Hubungan tidak sedap kini menimpa konglomerat global Elon Musk. Pria yang dikenal sebagai bos Tesla ini secara resmi mengundurkan diri dari posisinya sebagai penasihat senior di Gedung Putih sekaligus kepala Departemen Pemerintahan Federal AS (DOGE).
Kabar ini disampaikan langsung oleh pejabat Gedung Putih pada Rabu malam (28/5) waktu setempat.
Baca JugaTrump Kembali Tebar Ancaman Andai Republik Kalah di Pemilu Sela 2026Lewat platform X, CEO Tesla itu turut mengucapkan terima kasih kepada Presiden AS Donald Trump atas kepercayaan yang telah diberikan, mengingat masa tugasnya memang segera berakhir.
"Karena masa tugas saya sebagai Pegawai Pemerintah Khusus akan segera berakhir, saya ingin mengucapkan terima kasih kepada Presiden @realDonaldTrump atas kesempatan untuk mengurangi pemborosan pengeluaran," ucap Musk via @elonmusk, dikutip Jumat (30/5).
Baca JugaJenderal Zhang Shengmin Dipromosi ke Puncak Kekuasaan Militer China"Misi @DOGE hanya akan semakin kuat seiring berjalannya waktu karena menjadi bagian dari gaya hidup pemerintahan," sambungnya.
Elon Musk tidak menjelaskan secara detail alasan dirinya mundur dari pemerintahan AS. Namun, ia sudah mengisyaratkan keinginan meninggalkan jabatan itu dalam beberapa pekan terakhir.
Baca JugaAmerika Kirim 10 Pesawat Militer ke IsraelIa berniat mundur karena ingin mempunyai lebih banyak waktu mengelola Tesla. Keinginan itu tak lepas dari surutnya pasar Tesla selama tiga bulan pertama 2025 sebesar 13 persen.
Elon Musk baru-baru ini juga menegaskan dirinya akan tetap memimpin Tesla, setelah beredar rumor direksi perusahaan itu mulai mencari penggantinya sebagai CEO.
Baca JugaHasil Hitung Cepat Pemilu Israel, Posisi Netanyahu Tidak Aman"Ya, kecuali saya meninggal," kata Musk menjawab pertanyaan apakah dirinya berkomitmen memimpin Tesla selama lima tahun ke depan, mengutip CNN, Rabu (21/5/). Red/HS