Putraindonews.com, Jakarta – Dua lurah di Kota Kendari harus berhadapan dengan amukan massa lantaran aksinya yang memicu amarah warga setempat.
Kedua lurah tersebut yakni Lurah Poasia Zakir Muhammadong dan Lurah Talia Rachmat Aboe Kasim.
Baca JugaSherly Tjoanda Harapkan Apindo Malut Berdampak NyataKeduanya diamuk massa ketika kedapatan berduaan dengan dua wanita muda yang dipesan secara daring "Open BO" lewat aplikasi Michat, pada Jumat (12/6/2026) malam.
Sialnya, dugaan prostitusi itu dilakukan di kantor Kelurahan Poasia, Kecamatan Abeli, Kota Kendari.
Baca JugaPHDI Pusat Gelar Upacara Mejaya-jaya dan Mesimakrama di Pura BesakihTindakan tak terpuji dua lurah ini mulai terungkap saat salah satu wanita berteriak sehingga didengar oleh warga.
Alhasil, warga yang mulai tersulut emosi berbondong-bondong berdatangan memastikan sumber suara tersebut.
Baca JugaKetum APINDO: UMKM Perlu Perkuat Inovasi dan Kapasitas KepemimpinanBerdasarkan informasi masyarakat, Tim Buser 77 Satreskrim Polresta Kendari menjemput dua lurah beserta wanitanya untuk diamankan kantor polisi.
Kasatreskrim Polresta Kendari, AKP Welliwanto Malau membenarkan dua lurah digerebek warga. "Benar sudah kami amankan. Sudah kita himbauan kamtibmas supaya tidak anarkis dan tidak main hakim sendiri," kata AKP Welliwanto dikutip dari kendarihariini, Sabtu (13/6). Red/HS
Baca JugaPesawat Asian One Air Alami Kecelakaan di Bandara Bilorai Intan Jaya