Putraindonews.com, Jakarta - Gubernur Bali Wayan Koster baru-baru ini mengadu ke Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) sekaligus Ketua Komite Percepatan Transformasi Digital Pemerintah, Luhut Binsar Panjaitan terkait permohonan insentif untuk infrastruktur Bali dari pemerintah pusat.
“Masalahnya tidak pernah kita melakukan kebijakan daerah spesifik seperti Bali yang menjadi daerah wisata diberikan insentif untuk infrastruktur, jadi polanya sama dengan semua daerah, akibatnya kami di Bali kewalahan urusan kemacetan ini,” ujar Gubernur Koster di Denpasar, Kemarin.
Baca JugaMenlu Singapura Kunjungi Indonesia di Tengah Memanasnya Hubungan Indonesia-Singapura“Jadi kami sangat membutuhkan dukungan infrastruktur karena kalau hanya kami sendiri tidak mampu, jadi mohon dorongan dari Bapak kepada Menteri PU, Menteri Perhubungan, Menteri Keuangan, dan Menteri Bappenas untuk memberi atensi,” tambahnya.
Koster juga menyampaikan unek-uneknya ke Luhut bahwa Bali membutuhkan bantuan insentif untuk infrastruktur mengingat banyaknya persoalan yang bisa berdampak pada pariwisata.
Baca JugaHUT ke-9, IMO-Indonesia Tegaskan Pentingnya Kualitas PemberitaanIa mengatakan bahwa untuk persoalan sampah saja, saat ini Pemprov Bali mengandalkan kebijakan pengolahan sampah pada sumbernya atau di hulu, dan di hilir yang semuanya masih ditangani oleh pemerintah daerah.
Sedangkan untuk masalah kemacetan, pemerintah daerah berupaya mengembangkan infrastruktur jalan dan moda transportasi, namun terkendala pada anggaran sehingga membutuhkan dukungan pusat.
Baca JugaPria di Tangerang Terkejut Usai Ditagih Pajak Rp137 Juta dari McLeren“Kalau ini tidak dikelola cepat dalam waktu singkat, lima tahun ke depan pariwisata Bali akan mengalami penurunan daya saing, mungkin rusak pariwisata Bali, dan kalau sudah rusak saya kira sulit untuk memperbaiki,” tandasnya. Red/HS