Putraindonews.com, Jakarta – Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung merespons keras insiden bentrokan yang melibatkan petugas Dinas Perhubungan (Dishub) dan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) dengan pekerja proyek di kawasan Kolam Renang Bulungan, Jakarta Selatan.
Pihaknya sampai meminta agar permasalahan tersebut diproses secara hukum.
Baca JugaAsap Pekat Kembali Selimuti Kota SampitMenurutnya, bentrokan tersebut bermula saat petugas melakukan penertiban pedagang kaki lima (PKL) dan parkir liar.
Dalam kegiatan itu, petugas Dishub melakukan penindakan terhadap kendaraan yang parkir sesuka hati dengan mencabut pentil ban.
Baca JugaKecelakaan Kembali Terjadi di Tol Jagorawi“Awalnya adalah ini merupakan penertiban terhadap PKL, parkir liar, dan juga pedagang kaki lima yang sementara tetapi menggunakan lahan-lahan yang mengganggu ketertiban masyarakat,” ungkap Pramono saat memberikan keterangan di Jakarta Timur, Senin (12/10).
Namun, kata dia, situasi kemudian memanas setelah muncul provokasi yang memicu bentrokan antara petugas dan pekerja proyek di lokasi tersebut.
Baca JugaRencana Vaksinasi Covid-19 Dimasukkan ke Imunisasi Anak Mulai 12 Oktober“Kemudian ada yang memprovokasi, terutama bagi para pekerja yang ada di tempat itu. Dan akibat provokasi itu kemudian ada bentrokan awal antara Dishub dengan para pekerja yang ada,” ungkapnya. Red/HS