Putraindonews.com,Jakarta - Hamas telah menyetujui para mediator untuk membebaskan sandera keturunan Israel-Amerika Serikat (AS), Edan Alexander, dan menyerahkan jasad empat sandera lainnya.
Melalui sebuah pernyataan, Jumat (14/3), kelompok itu mengatakan bahwa delegasi kepemimpinannya, yang menerima proposal dari para mediator pada Kamis (13/3) untuk melanjutkan negosiasi, telah menyerahkan tanggapan pada Jumat pagi waktu setempat.
Baca JugaTrump Kembali Tebar Ancaman Andai Republik Kalah di Pemilu Sela 2026Tanggapan tersebut termasuk persetujuannya untuk membebaskan Alexander, yang berkewarganegaraan AS, dan mengembalikan empat jenazah lain yang berkewarganegaraan ganda.
"Gerakan ini (Hamas) menegaskan kesiapannya untuk memulai negosiasi dan mencapai kesepakatan komprehensif tentang isu-isu tahap kedua (dari kesepakatan perdamaian Gaza), yang menyerukan agar penjajah (Israel) melaksanakan kewajibannya secara penuh," urai pernyataan itu.
Baca JugaJenderal Zhang Shengmin Dipromosi ke Puncak Kekuasaan Militer ChinaPengumuman tersebut disampaikan menyusul pertemuan sebelumnya pada bulan ini antara para pemimpin Hamas dan tim negosiator sandera AS, yang dilaporkan berfokus pada pembebasan Alexander.
Kesepakatan gencatan senjata dicapai pada Januari untuk mengakhiri konflik di Gaza. Selama fase awal enam pekan, sejumlah sandera telah dibebaskan, dan Israel memfasilitasi bantuan kemanusiaan serta pemulangan kembali warga Palestina yang mengungsi.
Baca JugaAmerika Kirim 10 Pesawat Militer ke IsraelMeski demikian, kedua belah pihak gagal menyepakati kesepakatan tahap kedua ketika tahap pertama berakhir pada 1 Maret, yang berujung pada penangguhan pertukaran tawanan-sandera dan terhentinya aliran bantuan ke Gaza.
Pada 9 Maret, Menteri Energi Israel Eli Cohen memerintahkan untuk memutus pasokan listrik Israel ke Gaza, yang menimbulkan keprihatinan dan menuai kecaman di seluruh Timur Tengah. Red/HS
Baca JugaHasil Hitung Cepat Pemilu Israel, Posisi Netanyahu Tidak Aman