Putraindonews.com - Beijing | Hampir satu juta ton bijih lithium ditemukan di Yajiang, Provinsi Sichuan, China barat daya. Pennemuan tersebut kini terbukti menjadi sumber bijih lithium monomer tipe pegmatit terbesar di Asia, kata Kementerian Sumber Daya Alam China pada Rabu (17/1/24).
Lithium merupakan logam alkali lunak berwarna putih keperakan dengan nomor atom 3. Logam ini dikenal karena karakteristiknya yang unik, seperti sebagai logam paling ringan, memiliki potensial elektrokimia tertinggi, dan sangat reaktif dengan air.
Baca JugaTrump Kembali Tebar Ancaman Andai Republik Kalah di Pemilu Sela 2026Sebagai "logam energi hijau abad ke-21", lithium sangat penting dalam upaya mencapai netralitas karbon. Logam ini juga merupakan unsur penting dalam produksi kendaraan listrik, baterai lithium-ion, dan baterai surya.
Kementerian Sumber Daya Alam China akan terus meningkatkan ketersediaan dan pemanfaatan lahan-lahan pertambangan lithium, memperbesar pasokan bijih lithium, serta memacu pengembangan pasar pertambangan lithium, kata seorang pejabat di kementerian tersebut.
Baca JugaJenderal Zhang Shengmin Dipromosi ke Puncak Kekuasaan Militer ChinaBijih lithium biasanya ditemukan di negara-negara seperti Argentina, Bolivia, Chile, Australia, China, dan Amerika Serikat, yang semuanya merupakan produsen utama lithium. Red/HS