Putraindonews.com, Jakarta – Gagalnya perundingan antara Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump dan Presiden Rusia Valdimir Putin terkait Ukraina berimbas pada kenaikan harga minyak dunia menguat seiring dengan gagalnya perundingan damai AS-Rusia terkait Ukraina.
Melansir Reuters pada Kamis (4/12/2025), harga minyak mentah jenis Brent naik 22 sen atau 0,4% ke level US$62,67 per barel.
Baca JugaTrump Kembali Tebar Ancaman Andai Republik Kalah di Pemilu Sela 2026Sementara itu, West Texas Intermediate (WTI) menguat 31 sen atau 0,5% menjadi US$58,95 per barel. Pada sesi sebelumnya, kedua kontrak tersebut tercatat melemah lebih dari 1%.
Badan Informasi Energi Amerika Serikat (Energy Information Administration/EIA) melaporkan persediaan minyak mentah, bensin, dan produk sulingan (distillate) AS bertambah sejak pekan lalu, yang memperkuat kekhawatiran pasar akan potensi kelebihan pasokan.
Baca JugaJenderal Zhang Shengmin Dipromosi ke Puncak Kekuasaan Militer ChinaStok minyak mentah AS naik 574.000 barel pada pekan yang berakhir 28 November, berbanding terbalik dengan proyeksi analis dalam survei Reuters yang memperkirakan penurunan sebesar 821.000 barel.
Adapun persediaan bensin melonjak 4,52 juta barel, jauh melebihi ekspektasi pasar yang memperkirakan kenaikan sekitar 1,5 juta barel. Stok distillate—yang mencakup diesel dan minyak pemanas—juga meningkat 2,1 juta barel, melampaui perkiraan kenaikan 700.000 barel.
Baca JugaAmerika Kirim 10 Pesawat Militer ke IsraelEIA mencatat rilis data sempat tertunda dan tidak dipublikasikan sesuai jadwal pada pukul 10.30 waktu setempat akibat kendala teknis.
Senior Vice President of Trading BOK Financial, Dennis Kissler, mengatakan pasokan minyak global saat ini masih relatif melimpah, sementara pasar menyesuaikan diri dengan tertundanya potensi kesepakatan damai antara Ukraina dan Rusia. Red/HS
Baca JugaHasil Hitung Cepat Pemilu Israel, Posisi Netanyahu Tidak Aman