Putraindonews.com, Tulungagung - Sebanyak 22 team siap mengikuti agenda kirab Jebug dalam rangka bersih desa di desa Gedangan Kecamatan Campurdarat Tulungagung Jawa Timur, Minggu (26/4)
Kirab yang berlangsung dari pukul 13.30 Wib juga diikuti oleh para Pelajar SD, SMP, SMA Sederajat dan puluhan Audio Sound Horeg "JAZILA,GUNTUR BUANA, WAG, Dll"
Baca JugaDemi Merawat Tradisi, Sanggar Seni Antara Nusantara Bajeng Gelar Malam AssinrilikAdapun berdasarkan prinsip umum kirab budaya dan tradisi di Indonesia konteks adat Jawa "kirab termasuk Jebug" berkaitan dengan arak-arakan budaya, sesaji, atau tokoh tertentu.
Beberapa esensi utama dari kirab Jebug:
Penyatuan warga dan harmoni sosial, berfungsi sebagai alat pengikat silaturahmi antawarga dan mempertemukan berbagai elemen.
Baca JugaKWN Sambut Dalang Ki Gunarto Usai Pentas Wayang Kulit di Selandia BaruRasa syukur dan sedekah bumi, di Gedangan Campurdarat Tulungagung ini sesuai fakta di lokasi mengimplementasikan poin ini, yaitu membawa gunungan atau sesaji sebagai simbol hasil bumi, ini merupakan perwujudan rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas kelimpahan rezeki.
Esensi Bersih Desa sendiri Mengarah pada penghormatan kepada leluhur dan tokoh-tokoh yang dianggap berjasa dan atau merintis desa Gedangan Campurdarat di jaman dahulu (konteks merawat sejarah).
Baca JugaPesan Mendalam Ida Istri di Tengah Warga Banjar Perumnas Bekasi: Jangan Takut Ombak Jika Dirimu Sudah Menjadi SamudraDr. Muntholib, M.Ag tokoh masyarakat Gedangan, menyatakan pentingnya Agenda bersih desa kirab Jebug di Gedangan Campurdarat Tulungagung Jawa Timur "Peringatan Tradisi sekaligus syiar budaya lokal bertujuan menanamkan nilai-nilai rasa syukur dan tidak melupakan sejarah cikal bakal suatu daerah serta jasa-jasa para leluhur pada generasi muda agar tidak tergerus modernisasi," pungkasnya. Red/Eko