Putraindonews.com,Jakarta - Organisasi Perdagangan Dunia (WTO) memprediksi volume perdagangan antara China dan Amerika Serikat dapat mengalami penurunan drastis hingga 80 persen akibat meningkatnya tarif perdagangan, demikian disampaikan Direktur Jenderal WTO, Ngozi Okonjo-Iweala, pada Rabu (9/4).
“Ketegangan perdagangan yang terus meningkat antara Amerika Serikat dan Chins menimbulkan risiko serius terhadap penyusutan tajam dalam hubungan dagang bilateral. Proyeksi awal kami menunjukkan bahwa perdagangan barang antara kedua negara ini bisa menurun hingga 80 persen,” ujar Okonjo-Iweala dalam sebuah pernyataan.
Baca JugaTrump Kembali Tebar Ancaman Andai Republik Kalah di Pemilu Sela 2026Ia menambahkan bahwa dampak negatif dari kebijakan tarif tersebut tidak hanya akan dirasakan oleh AS dan Tiongkok saja, tetapi juga akan menjalar ke perekonomian negara-negara lain.
Menurutnya, jika dunia terbelah menjadi dua blok ekonomi yang saling bersaing, hal ini dapat menyebabkan penurunan Produk Domestik Bruto (PDB) global secara jangka panjang hingga hampir 7 persen. Red/HS
Baca JugaJenderal Zhang Shengmin Dipromosi ke Puncak Kekuasaan Militer China