Putraindonews.com - Jakarta | Pemerintah Republik Indonesia melalui Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani mengatakan Belanda dan Indonesia sepakat untuk memperkuat penerapan keuangan transisi.
"Keuangan transisi memiliki peran penting bagi banyak negara di dunia," tulis Sri Mulyani dalam akun instagram resminya @smindrawati, seperti dikutip di Jakarta, Senin (17/4).
Baca JugaTrump Kembali Tebar Ancaman Andai Republik Kalah di Pemilu Sela 2026Tidak hanya membantu mendekarbonisasi ekonomi, Menkeu menyebutkan keuangan transisi juga memperkuat pertumbuhan dan perkembangan ekonomi negara yang menerapkannya.
Oleh karena itu, Indonesia terus memantau setiap kemajuan dari agenda ini.
Baca JugaJenderal Zhang Shengmin Dipromosi ke Puncak Kekuasaan Militer ChinaAdapun kesepakatan tersebut merupakan hasil dari pertemuan bilateral dengan Menkeu Belanda Sigrid Kaag di sela-sela acara International Monetary Fund (IMF)-World Bank Spring Meetings 2023 di Washington, Amerika Serikat, Sabtu (15/4).
Pertemuan bilateral dilakukan dalam rangka membahas tindak lanjut dari upaya mengatasi perubahan iklim. Sebagaimana diketahui, Belanda baru saja mengemban tanggung jawab sebagai Co-Chair Koalisi Menteri Keuangan untuk Aksi Iklim periode 2023-2025.
Baca JugaAmerika Kirim 10 Pesawat Militer ke IsraelSri Mulyani menjelaskan, salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk mengatasi perubahan iklim yaitu dengan melakukan kolaborasi koalisi dengan negara-negara G20
"Isu transisi hijau dan kebijakan untuk memobilisasi sumber pendanaan swasta dapat berkontribusi pada prioritas agenda Keuangan Berkelanjutan dalam Keketuaan G20 India," ucap dia.
Baca JugaHasil Hitung Cepat Pemilu Israel, Posisi Netanyahu Tidak AmanSebelum melanjutkan kepemimpinan Menkeu untuk perubahan iklim bersama Belanda, Sri Mulyani memimpin Coalition for Climate Action Ministerial Meeting dalam rangkaian IMF-World Bank Spring Meeting 2023 bersama Menkeu Finlandia Annika Saariko.
Dalam forum tersebut, dibahas panduan penguatan peran Kementerian Keuangan (Kemenkeu) dalam mendorong aksi iklim serta keuangan transisi.
Baca JugaInggris dalam Siaga Perang, Sebut Waktu Tinggal 1.000 Hari LagiMenkeu RI juga memperkenalkan skema mekanisme transisi energi Indonesia dan Taksonomi ASEAN Versi 2 dalam kesempatan itu.
Sri Mulyani menilai tantangan perubahan iklim membutuhkan tindakan mendesak dan tegas dari semua pihak, termasuk Menkeu di seluruh dunia. Red/HS
Baca JugaLula da Silva Kembali Terpilih Jadi Presiden Brasil