Putraindonews.com,Jakarta - Pemerintah Republik Indonesia dan Pemerintah India menjalin kerja sama strategis untuk memperkuat ekosistem digital di kedua negara.
Menteri Komunikasi dan Digital RI Meutya Hafid serta Menteri Elektronik dan Teknologi Informasi India Jitin Prasada menandai kemitraan kedua negara dengan menandatangani nota kesepahaman kerja sama.
Baca JugaTrump Kembali Tebar Ancaman Andai Republik Kalah di Pemilu Sela 2026"Kemitraan ini menjadi momentum penting dalam memperkuat ekosistem digital di kedua negara, baik dari segi teknologi maupun sumber daya manusia," kata Meutya sebagaimana dikutip dalam siaran pers kementerian di Jakarta, Jumat (24/1) malam.
Berdasarkan nota kesepahaman kerja sama antara kedua negara, Indonesia dan India berkomitmen untuk mempererat hubungan bilateral di sektor digital serta bekerja sama dalam mengembangkan teknologi baru.
Baca JugaJenderal Zhang Shengmin Dipromosi ke Puncak Kekuasaan Militer ChinaKerja sama pengembangan teknologi baru yang dimaksud mencakup penggunaan kecerdasan artifisial dan Internet of Things (IoT), pengembangan infrastruktur digital publik, kolaborasi ekosistem digital bisnis ke bisnis (B2B), dan pengembangan keterampilan teknologi informasi.
"Melalui MoU ini, kami berharap dapat menciptakan sinergi antara Indonesia dan India dalam mempercepat transformasi digital yang inklusif dan berkelanjutan," kata Meutya.
Baca JugaAmerika Kirim 10 Pesawat Militer ke IsraelDalam pertemuan dengan Menteri Elektronik dan Teknologi Informasi India, Meutya menekankan pentingnya kemitraan lintas negara untuk memperkuat inovasi teknologi.
"Kita perlu membangun kolaborasi yang tidak hanya menguntungkan pemerintah, tetapi juga melibatkan sektor swasta dan masyarakat luas," katanya.
Baca JugaHasil Hitung Cepat Pemilu Israel, Posisi Netanyahu Tidak AmanIndonesia dan India sepakat membentuk Kelompok Kerja Bersama untuk memastikan kemitraan berjalan sesuai rencana.
Kelompok ini akan bertemu secara berkala untuk mengevaluasi kemajuan program dan membahas solusi hambatan yang mungkin muncul.
Baca JugaInggris dalam Siaga Perang, Sebut Waktu Tinggal 1.000 Hari Lagi"Kami yakin bahwa kemitraan ini akan membawa dampak signifikan dalam menciptakan masa depan digital yang lebih baik bagi kedua negara," kata Meutya. Red/HS