Putraindonews.com, Jakarta – Ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat (AS) masih memanas di tengah konflik yang terjadi sejak beberapa bulan lalu.
Terbaru, Iran melalui Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) mengklaim melakukan serangan terhadap delapan fasilitas militer milik AS di Bahrain dan Kuwait.
Baca JugaLula da Silva Kembali Terpilih Jadi Presiden BrasilSerangan tersebut dilakukan melalui rudal dan drone pada Minggu dini hari, 28 Juni 2026. Mengutip laporan Anadolu, serangan tersebut merupakan serangan balasan terhadap operasi militer AS terhadap sejumlah posisi Iran beberapa jam sebelumnya.
Dalam pernyataan yang dikutip Kantor Berita Tasnim, IRGC mengatakan bahwa operasi tersebut dilakukan oleh satuan angkatan laut dan kedirgantaraannya antara pukul 02.00 hingga 03.00 waktu setempat. Red/HS
Baca JugaRusak! Militer Manfaatkan Orang Dalam untuk Main Judi