Putraindonews.com, Jakarta – Iran sepertinya memainkan kartu baru dalam membangun negosiasi dengan Amerika Serikat (AS) terkait kesepakatan nuklir.
Tak tanggung-tanggung, Teheran dengan terbuka menawarkan akses investasi ke ladang minyak, gas, pertambangan, hingga pembelian pesawat komersial sebagai insentif ekonomi bagi Washington.
Baca JugaTrump Kembali Tebar Ancaman Andai Republik Kalah di Pemilu Sela 2026Tawaran menggirukan ini disampaikan Wakil Direktur Diplomasi Ekonomi Kementerian Luar Negeri Iran, Hamid Ghanbari, Minggu (15/2/2026). Langkah ini diambil hanya beberapa hari sebelum putaran kedua pembicaraan krusial antara kedua negara di Jenewa, Swiss.
"Demi keberlanjutan kesepakatan, sangat penting bahwa AS juga mendapat manfaat di bidang-bidang dengan pengembalian ekonomi yang tinggi dan cepat," kata Ghanbari.
Baca JugaJenderal Zhang Shengmin Dipromosi ke Puncak Kekuasaan Militer ChinaMenurut Ghanbari, pakta nuklir tahun 2015 gagal mengamankan kepentingan ekonomi AS, sehingga kali ini Iran menyodorkan proposal yang lebih pragmatis.
"Kepentingan bersama di ladang minyak dan gas, ladang bersama, investasi pertambangan, dan bahkan pembelian pesawat termasuk dalam negosiasi," ujarnya.
Baca JugaAmerika Kirim 10 Pesawat Militer ke IsraelMenteri Luar Negeri AS, Marco Rubio, saat berbicara di Bratislava, menegaskan bahwa Presiden Donald Trump lebih memilih jalur diplomasi daripada konfrontasi. Namun, AS tetap bersiaga dengan mengirimkan kapal induk kedua ke kawasan Timur Tengah sebagai antisipasi jika pembicaraan menemui jalan buntu.
"Tidak ada yang pernah berhasil mencapai kesepakatan dengan Iran, tetapi kami akan mencoba," kata Rubio, Senin (16/2). Red/HS
Baca JugaHasil Hitung Cepat Pemilu Israel, Posisi Netanyahu Tidak Aman