Putraindonews.com, Jakarta - Kepolisian Nasional Peru mengutarakan duka cita yang mendalam atas pembunuhan seorang staf Kedutaan Besar RI (KBRI) di Lima dan menyatakan segera memulai investigasi kasus penembakan terhadap staf tersebut.
“Kami segera mengaktifkan rencana “Cerco” (pengepungan) dan memulai investigasi untuk mengidentifikasi dan menangkap para pelaku,” kata Kepolisian Nasional Peru dalam satu pernyataan yang diunggah di akun resmi X yang dipantau dari Jakarta, Selasa (2/9).
Baca JugaTrump Kembali Tebar Ancaman Andai Republik Kalah di Pemilu Sela 2026Sebelumnya seorang staf KBRI Lima, Zetro Leonardo Purba (42), dilaporkan meninggal dunia setelah menjadi korban penembakan di Lima pada Senin malam (1/9) waktu setempat.
Menurut laporan media setempat Panamericana Television, korban meninggal setelah ditembak tiga kali oleh seseorang yang tak dikenal beberapa meter dari tempat tinggalnya di distrik Lince, Lima.
Baca JugaJenderal Zhang Shengmin Dipromosi ke Puncak Kekuasaan Militer ChinaLaporan tersebut mengatakan bahwa penembakan terjadi saat korban sedang bersepeda bersama istrinya.
Korban sempat dievakuasi ke Klinik Javier Prado, namun nyawanya tidak dapat diselamatkan sedangkan sang istri selamat dari penembakan tersebut dan saat ini masih dalam perlindungan kepolisian setempat.
Baca JugaAmerika Kirim 10 Pesawat Militer ke IsraelMenurut informasi dari kepolisian setempat, korban baru tiba di Peru untuk menjalankan tugasnya lima bulan yang lalu, dan sempat bertugas di Konsulat Jenderal RI (KJRI) Melbourne, Australia. Red/HS