***
Putraindonews.com - Jakarta | Korban gempa Suriah menembus 21 ribu jiwa. Angka tersebut bahkan melampaui prediksi World Health Organisation (WHO).
Pejabat tinggi Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) mendorong akses bantuan kemanusiaan dari Turki ke Suriah diperbanyak, saat jumlah korban gempa bumi di kedua negara terus bertambah.
Baca JugaTrump Kembali Tebar Ancaman Andai Republik Kalah di Pemilu Sela 2026Korban tewas setelah gempa bumi yang melanda Turki dan Suriah pada Senin telah meningkat menjadi setidaknya 21.051, menurut pihak berwenang.
Di Turki, jumlah korban tewas telah meningkat menjadi setidaknya 17.674, dan jumlah korban luka mencapai 72.879, kata Wakil Presiden Fuat Oktay, Kamis, seperti melansir CNN 10 Februari.
Baca JugaJenderal Zhang Shengmin Dipromosi ke Puncak Kekuasaan Militer ChinaSementara di Suriah, setidaknya 3.377 orang tewas, termasuk 2.030 di daerah yang dikuasai pemberontak di barat laut, menurut kelompok pertahanan sipil Helm Putih, dan 1.347 kematian di bagian Suriah yang dikuasai pemerintah, menurut media pemerintah Suriah.
Jumlah orang yang terluka di Suriah di semua wilayah yang terkena dampak naik menjadi 5.245, 2.295 di wilayah yang dikuasai pemerintah dan 2.950 di wilayah yang dikuasai pemberontak.
Baca JugaAmerika Kirim 10 Pesawat Militer ke IsraelSedikitnya 78.124 orang di Suriah dan Turki terluka setelah gempa tersebut, menurut angka dari pemerintah Turki, Helm Putih dan media pemerintah Suriah.
Terpisah, Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres pada Hari Kamis mendorong lebih banyak akses bantuan ke Suriah barat laut dari Turki, mencari mandat yang diperluas dari Dewan Keamanan PBB untuk memungkinkan bantuan PBB dikirim melalui lebih dari satu penyeberangan perbatasan.
Baca JugaHasil Hitung Cepat Pemilu Israel, Posisi Netanyahu Tidak AmanBerbicara kepada wartawan, Guterres mengatakan sekaranglah waktunya untuk mengeksplorasi semua jalan yang memungkinkan untuk mendapatkan bantuan dan personel ke daerah yang dikuasai pemberontak yang terkena dampak gempa. Red/HS
***