Putraindonews.com, Blitar - Sosok muda asal Bumi Bung Karno Letda Mohammad Bintang Revolusi, F.D., S.Tr. Han, adalah satu bukti nyata lahirnya putra terbaik Akmil didaulat sebagai Taruna Terbaik Pendidikan Dasar Infanteri tahun 2024, sosok perwira menengah ini tampil memimpin yel-yel dalam prosesi pembaretan Komando Pasukan Khusus (Kopassus) tahun 2026 yang berlangsung di Pantai Permisan, Nusakambangan Kabupaten Cilacap Jawa Tengah.
Putra terbaik dari Blitar yang juga disebut sebagai kota Patria ini penuh khitmad mengikuti adat tradisi militer, suara lantang serta ketegasan kepemimpinan yang ditunjukkannya menjadi bukti nyata kematangan jiwa keprajuritan yang telah ia bangun sejak meniti pendidikan kemiliteran.
Baca JugaGeliat Literasi Malam di MIs Ibnu Syabil Weer OhoikerProsesi pembaretan sendiri merupakan momen sakral yang menandai peralihan status sekaligus pemberian legitimasi kehormatan bagi para prajurit yang telah berhasil menempuh serangkaian ujian ketahanan fisik, kekuatan mental, kecerdasan taktis, serta kesetiaan yang tak tergoyahkan.
Bintang sapaan akrab Pamen dengan balok emas di pundak kelahiran 7 Juni 2001adalah putra dari Mohammad Trijanto, S.H., M.M., M.H., yang menjabat sebagai Direktur Revolutionary Law Firm Kota Blitar, seorang advokat dan aktivis hukum yang dikenal konsisten memperjuangkan keadilan, serta Novi Nurhayati, S.P., M.M., Aparatur Sipil Negara di Dinas Sosial Kabupaten Blitar yang mengabdikan diri di bidang pelayanan kemanusiaan. Dalam keluarga ini Bintang ditempa untuk menjadi ksatria sejati.
Baca JugaSekum MUI Tangsel KH Rojak Ajak Santri Banten Jaga Marwah dan Perkuat PengabdianSang ayah Mohammad Trijanto, mengaku bangga atas keberhasilan yang diraih putranya saat ini tidak diperoleh dengan cara instan, melainkan merupakan hasil dari pola pendidikan yang mengedepankan makna hidup dan proses pembentukan karakter.
“Saya tidak pernah mendidik anak-anak saya hanya untuk menjadi sukses. Saya mendidik mereka agar hidupnya bermakna, berguna bagi bangsa, dan mampu meninggalkan jejak kebaikan,” kata Mohammad Trijanto saat ditemui di kediamannya, Rabu (29/04/26).
Baca JugaZulhas Sebut 2 Tahun Prabowo-Gibran Mampu Wujudkan Swasembada PanganTrijanto menegaskan, keteguhan hati untuk memilih jalan yang penuh tantangan menjadi kunci utama dari setiap pencapaian yang diraih.
“Sejarah tidak pernah mencatat mereka yang memilih jalan nyaman. Sejarah ditulis oleh mereka yang berani bertahan di jalan sulit,” tegasnya.
Baca JugaDewan Dukung Swasembada Pangan PemerintahJejak perjalanan pendidikan dan pengembangan diri Bintang telah menunjukkan konsistensi yang mengesankan. Ia mengenyam pendidikan dasar di SD Bendogerit 1 Kota Blitar, kemudian melanjutkan ke SMP Negeri 1 Kota Blitar, sebelum diterima di SMA Taruna Nusantara Magelang, lembaga pendidikan yang melahirkan banyak kader pemimpin bangsa.
Langkahnya semakin mantap saat ia masuk ke Akademi Militer Magelang, tempat ia mengasah kemampuan kepemimpinan dan keterampilan militer. Di lingkungan pendidikan kemiliteran tersebut, Bintang dikenal memiliki kemampuan intelektual yang baik, khususnya dalam bidang teknologi komputer, dan kerap meraih prestasi di berbagai ajang kompetisi.
Baca JugaIPW: Peristiwa Polisi Tembak Polisi MeningkatAktif dalam berbagai kegiatan organisasi strategis seperti Macan Tidar, Poltar, dan Bendera, ia juga dipercaya memegang jabatan-jabatan penting di lingkungan akademi, antara lain sebagai Kepala Seksi Operasi dan Kepala Tata Usaha, yang hanya diamanahkan kepada taruna yang memiliki kualitas kepemimpinan, tanggung jawab, dan keteladanan yang teruji.
Puncak dari serangkaian prestasi gemilangnya terjadi pada tahun 2024, ketika ia menyandang gelar Taruna Terbaik Pendidikan Dasar Infanteri sekaligus meraih penghargaan Tanggon Kosala Perak, yang menjadi bukti keunggulan kemampuan dan kualitas dirinya sebagai calon perwira.
Baca JugaLagi! Menu MBG Kembali Menelan Korban, Kali Ini Terjadi di SMP Cisarua BogorKemampuan memimpin yel-yel yang ditunjukkannya saat ini juga bukan kemampuan yang baru muncul, melainkan telah terasah sejak masa pendidikan. Dalam dunia militer, memimpin yel-yel bukan sekadar memandu teriakan semangat, melainkan membutuhkan penguasaan emosi, ketegasan komando, karisma kepemimpinan, serta kemampuan untuk membangkitkan semangat kebersamaan dan juang di antara rekan-rekannya.
Kemampuan tersebut telah membuatnya dipercaya untuk memimpin berbagai momen penting, termasuk saat penyambutan kenegaraan Presiden Prancis Emmanuel Macron di Akademi Militer Magelang pada tahun 2025 yang dihadiri oleh Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto.
Baca JugaSempat Viral, Ajudan Gubernur Kaltim Minta MaafSemangat pengabdian dan budaya berprestasi dalam keluarga ini juga terlihat pada sosok adiknya, Galang Satria Dijagad. Saat ini Galang tengah melanjutkan jejak pendidikan sang kakak di SMA Taruna Nusantara. Ia juga telah menorehkan prestasi membanggakan sebagai atlet pencak silat berprestasi, peraih medali penelitian remaja tingkat nasional, hingga penerima penghargaan dalam ajang penelitian internasional.
Pencapaian yang diraih Bintang menjadi cerminan bahwa generasi muda Indonesia masih memiliki semangat juang yang tinggi, visi yang jelas, serta kesediaan untuk mengabdi demi kepentingan bangsa dan negara. Kisah hidupnya membuktikan bahwa disiplin akan melahirkan kekuatan, proses panjang akan membentuk kualitas yang unggul, dan pengabdian merupakan tujuan tertinggi dari setiap perjalanan kehidupan.
Baca JugaProf. Asep Nana Mulyana Ungkap Dua Kendala Pemulihan Korban Tindak Pidana MassalDari kota kelahirannya di Blitar hingga ke Pantai Permisan yang menjadi saksi sejarah, untuk menang Letda Mohammad Bintang Revolusi harus berjuang
“Hidup hanya sekali. Jangan sekadar hidup. Jadilah berarti, berkontribusi, dan tinggalkan jejak yang dikenang sejarah,” Tuturnya. Redaksi: Rif
Baca JugaKMP Batumandi Dikabarkan Terbakar